Sunday, December 18, 2011

Day 18 : Bite your crunchy chicken with noise

Day 18: “7 days to write good things everyday”

4th good things: Bite your crunchy chicken with noise

I often do this when I’m watching movies and tv channels in my room. I just want make a noise if I eat crunchy chicken. Crunchy usually refer to fried chicken.

When the chicken was hot (fresh from the fried pan), l put the slice of chicken to enter top of my tongue, I will widely open my mouth; let the fresh air come inside and goes down to my throat. Then I will bit this chicken with “crouch crouch” noise. J

Sound of bite, noise of cracked crispy skin of the chicken (even though skin has a lot of fat, if you compare with the meat). Use bread or rice, it will help you to reduce the noise; it will be blended or damped inside your mouth. That’s what makes my day this morning.

Enjoy your Sunday AllJ

Saturday, December 17, 2011

Day 17 ; When you drive a car, keep your slipper and shoes away

Day 17: “7 days to write about good things everyday”

3rd good things: “When you drive a car, keep your slipper and shoes away”

Do you like to drive a car with your naked feet? You push gas and breaks pedal without slipper or shoes attached on it. Let’s do “hi five” for that, because we have the same awesome habit thenJ.

When I wear shoes to push gas or break in my car, my sensitivity become lost somehow. I would rather feel gas and breaks pedal with my naked feet. I can feel the sensitivity of my driving skills booster up. I can do over speed and de accelerate with much more comfortable feelings.

Before I enter the car door, I usually put my slipper and shoes just below my legs. If I arrive in some place, I cannot just go outside my car. I need to take couple of minutes to wear my shoes in my car. Sometimes I forgot to wear shoes also; I get out from the car, use slipper and enter the office or official place. But usually I will realize it soon, or someone will remind it for me and say “Dude, are you crazy?, you wear official uniform but you didn’t wear any shoes?”

Friday, December 16, 2011

Day 16 : Take photo heading the sunrise, you will get sunset

Day 16: “7 days to write about good things everyday”

2nd good things: “Take photo heading the sunrise, you will get sunset”

Friday is like Sunday. In Saudi Arabia they have different weekend, Thursday and Friday. Meanwhile in Indonesia weekend on Saturday and Sunday.

This morning at 06:30 am I want to go to the border between Bahrain and Saudi, just to get my visa stamped by the immigration.
I used to go there by using caused way street. This is the street where you can saw beach and lake on each side. I didn’t plant to stop. But I saw a lot of birds in the lake that makes me want to take a picture about it. I stop my car and drop by in one of the side way. I already bring my pocket camera. It was Panasonic Lumic. I take picture of the birds (see picture left)

Then I was heading back to the other side. I saw sun rise was beautiful to watch. It’s so relaxing. I took picture of it. I swear I never take picture heading the sunrise. This is the first time for me.

How surprising for me, the result of the 1st picture that I took was really looks like a sunset picture, it was dark and the sun color was orange to red, not yellow as it supposed to be. I was giggling to myself, maybe it was my camera setting, so I tried until 3 times and get the same result. I realized that is not camera problem and I was laughing out loud again at that time.

Today, 16 December. I decided to write this, “try it, put your camera heading the sunrise, you will get sunset”. Knowing something for the 1st time can make you laugh, no matter it was childish or you can call it stupid activity. But you know what, that little small thing in life that makes our life sweeter. 

Thursday, December 15, 2011

Day 15 : I wake up, then I saw clock still 04:00 am

Day 15 “7 days to write about good things today”

1st awesome things of today: I wake up, then I saw clock still 04:00 am

Let me tell you a story about simple stuffs that not all people realize about it. This is for my 1st good things story in 15 dec’11.

I woke up today. I keep my body on its position, just stay in my bed of courseJ , I open up my eyes, inhale with deep breath and then try to reach blackberry phone using my left hand. My blackberry position was in the left side of my pillow. I grab it, I push the middle button (track pad), then the blackberry screen start to appear. I saw time was still 04:00 am. It’s too early for wake up time in the morning for me. But, what I have in my mind at that time also was a “glad feeling”. 04:00 am means that you still have times to sleep again right? J.

I only feel glad for couple of minutes, and then I sleep again for couple of minutes also. Now, it’s 05:20 am already, this time my blackberry phone was disturbing me with his alarm, “riiinggs… riinnggs...”, that’s how blackberry speaks to me. I wake up again and realize that I wasn’t happy with the alarm. 05:20 means no matter if I still sleepy or not, I have to wake up.

Note: I used to set alarm clock at 05:20 am. (05:20 am is the right amount of time for me to do several activities in the morning. Start with taking a bath, pray, eat breakfast and then prepare my worksheet before I go to the office at 7)

Wednesday, December 14, 2011

Day 14 : Niat

Day 14 “7 hari menulis kata-kata bijak”

“Niatkan kegiatanmu dengan Bismillah, lalu akhiri dengan Alhamdulillah”

Hari-hari kita selalu diisi dengan segala macam aktifitas. Seperti sekolah dan bekerja. Ada yang sekolah untuk bertemu teman-temannya dan bekerja demi mendapatkan uang saja. Tapi seringkali kita lupa berniat untuk mendapat ridho dari Allah SWT.

Hal simple yang seharusnya kita jadikan kebiasaan baik setiap hari itu adalah mengucapkan Bismillah sebelum melakukan segala macam kegiatan sehari-hari. Kegiatan sehari-hari itu kalau di breakdown terdiri dari berbagai macam aktifitas, seperti naik kendaraan umum, makan siang, mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. Ucapan Bismillah mengingatkan kita, bahwa kegiatan yang akan kita lakukan itu adalah kegiatan yang diridhoi Ilahi. Sebagai penutup, setelah kita selesai melakukan kegiatan itu, bacalah Alhamdulillah, sebagai ungkapan terimakasih kepada Ilahi.

Dalam hadist riwayat Abu Daud dan Ibnu Shalah, Nabi Muhammad SAW berkata “Setiap urusan yang baik yang tidak diawali dengan Bismillahirohmannirrohim maka tidak akan mendapat barokah”.

In the end, mari lah kita menambah barokah atau ridho dari Allah SWT disetiap kegiatan kita sehari-hari dengan membaca Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah.

Note :

Bismillah dan Alhamdulillah adalah ayat suci, jadi gunakanlah dengan bijaksana. Terdapat di Alqur’an Surah ke 1, Al fatihah ayat (1) dan (2), berikut ini terjemahan ayat tersebut menurut Departemen Agama RI

Bismillahirohmannirrohim : “Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang”

Alhamdulillahirobbil ‘alamin : “Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam”

Tuesday, December 13, 2011

Day 13 : Wake Up

Day 13 “7 hari menulis kata-kata bijak”

“Hari ini dimulai, jauh sebelum matahari bersinar di ufuk timur”

I always want to wake up early. Tepatnya di waktu sebelum subuh datang. Jauh sebelum matahari bersinar di ufuk timur. Waktu itu bisa di rentangkan dari pukul 00:00 hingga 04:00. Tubuh dan pikiran seringkali kesulitan apalagi bangun di pagi hari. Seringkali pikiranku berkata, “apabila aku bangun pagi, nanti siang aku akan mengantuk ditempat kerja”. Begitu ucapanku berkali-kali di waktu sepertiga malam.

Tapi kali ini aku bangun pukul 02:00 pagi. Pikiranku sempat bimbang, “Bangun atau melanjutkan tidur lagi?”. Butuh waktu 30 menit untuk mengambil keputusan. Kukalahkan rasa ngantukku dengan menyalakan lampu. Aku ambil wudhu dengan niat untuk melaksanakan sholat tahajud. Aku masih ingat pesan bbm dari teman. “(1) Cahaya dalam kubur diperoleh melalui sholat tahajud. (2) Kemudahan dalam menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir diperoleh melalui membaca Al-Qur’an”.

Aku sadar, sudah tak terhitung banyaknya dosa yang telah kuperbuat sejak akil balig hingga sekarang. Tentunya amal ku saat ini belum seberapa.

Kita diberi waktu yang sama dalam satu hari, yaitu 24 jam. Setiap hari dimulai sejak pukul 00:00. Di pagi ini aku membayangkan ingatanku tentang Jakarta. Berpuluh-puluh tukang sayur sudah menjajakan barang dagangannya dibawah fly over kebayoran lama, Jakarta Selatan. Seingatku pada waktu itu masih pukul 02:00 pagi. Diri ini bersiap-siap menuju gambir untuk naik kereta jurusan Jakarta-Bandung yang dijadwalkan berangkat pukul 04:30 pagi. Ketika melewati fly over itu, kulihat benar-benar wajah para pedagang, ada yang sumringah dan ada yang terantuk-antuk. “Bangun jam berapa mereka?”, “Apakah mereka akan tidur lagi setelah berjualan?”, pikiranku diajak untuk bertanya-tanya. Inilah gambar wajah sesungguhnya kaum pekerja keras Indonesia. Mereka bekerja selayaknya pom bensin dan circle k yang buka 24 jam. Sudah pasti, para penjual sayur ini mempunyai bertumpuk-tumpuk agenda lain setelah matahari terbit. Tetapi mereka sudah memulai agenda hari ini dengan pagi-pagi sekali, tanpa keluhan, tanpa makian. Bekerja, berjualan dan berdagang, itu lah yang mereka lakukan.

Sementara di sisi lain. Kubayangkan kaum pekerja pintar, yaitu karyawan swasta dan negeri, pelajar dan mahasiswi yang terbangun setelah matahari terbit. Mereka masih bisa menyempatkan waktu untuk membuka account facebook dan twitter, lalu berkomentar “Macetnya Jakarta, panas nya cuaca, dan setumpuk keluhan lainnya di pagi hari”.

Aku ingin berkata kepada kaum pekerja pintar ini. “Kawan, hari ini telah dimulai, jauh sebelum matahari bersinar di ufuk timur, hentikan keluhanmu dan mulailah pagi ini dengan damai”

Note : Gambar diperoleh dari situs ( http://as-sabiqunalawwalun.blogspot.com )

Monday, December 12, 2011

Day 12 : Post modern depression

Day 12 : “7 hari menulis kata-kata bijak”

“Hiduplah untuk diri sendiri, maka anda akan lebih mudah merasa sedih dan tidak berguna”

Post modern depression , penyakit yang melanda pemuda pemudi saat ini.

Istilah pemuda berdasarkan umur semestinya dimulai dari akil baligh hingga umur 25. Tapi melihat kecenderungan banyaknya kaum pekerja yang mengalami penyakit ini, saya pun mengkategorikan hingga umur 35.

Depression, bisa disebut sebagai depresi atau stress. Perasaan tidak berguna, tidak bahagia yang mengganggu kehidupan seseorang, baik itu dilingkungan kerja, masyarakat, keluarga maupun lingkungan pribadinya.

Salah satu jenis depresi saat ini adalah post modern depression , yang banyak dihinggapi oleh pemuda generasi “Y”. Generasi “Y” adalah mereka, yang saat ini punya akses lebih banyak ke internet, teknologi dan juga punya akses pergi ke tempat-tempat hiburan di kota besar maupun kota urban. Gejalanya, ketika mereka mengalami depresi, mereka sering menyalahkan lingkungan luar. Sedangkan generasi X, atau generasi sebelumnya, ketika mereka mengalami depresi, kebanyakan menyalahkan diri sendiri.

Maka pantas, ketika seseorang pemuda generasi “Y”, yang mengalami depresi di tempat kerja ataupun sekolah, pemuda itu terlihat tidak mengalami depresi, karena mereka masih bisa bersosialiasi dengan orang lain setelah pulang kerja atau pulang sekolah. Mereka akan pergi ke tempat karaoke, ke club, ataupun tempat hiburan lainnya dan mereka masih bisa tertawa-tawa.

Sedangkan generasi X, ketika mereka mengalami depresi, mereka akan cenderung menghindari pergaulan sosial, dan kebanyakan mengurung diri di kamar.

Generasi “Y” ini bersifat self centered. Mereka selalu ingin mendapat perhatian dari orang banyak. Mereka mengharapkan orang lain yang berubah, dan tidak ada keinginan untuk berusaha memperbaiki diri mereka sendiri. Setiap hal buruk yang menimpa generasi “Y”, mereka selalu menyalahkan lingkungan luar. Mulai dari atasan ataupun bawahan yang kurang becus, guru yang galak, jalanan yang macet, dan sebagainya.

Inipun bisa dilihat dengan penggunaan social media, seperti facebook, twitter dan blog. Didalamnya anda akan lihat beratus-ratus juta complain ataupun keluhan yang diutarakan generasi “Y” ini. Mereka mengeluh akan sesuatu hal kecil hingga besar tanpa ada keinginan untuk memperbaik dirinya sendiri.

Sebagai penutup, Mari hayati kata-kata bijak dari Pak Mario teguh. “Marilah kita hidup untuk membahagiakan sebanyak mungkin orang lain, agar kita dijauhkan dari kecenderungan untuk berlemah diri dalam kesedihan. Perhatikanlah, Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri, lebih mudah merasa sedih dan tidak berguna.

Sunday, December 11, 2011

Day 11 : Consistence

Day 11 : “7 hari menulis kata-kata bijak”

If you want to add value in your life, “consistence” is the key. There is no secret for it.

Konsistensi, itulah yang diperlukan apabila kita ingin meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia. Banyak diantara kita yang sering berkata, “aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik”, “aku ingin menjadi penulis handal”, “aku ingin menjadi manager di perusahaanku saat ini”, tapi mereka tidak konsisten dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Konsisten bisa di ukur dalam rentang waktu, konsisten itu menyatakan kegiatan yang dilakukan terus menerus dalam waktu tertentu. Tentunya rentang waktu ini, mungkin berbeda dari satu peneliti ke peneliti yang lain. Tapi untuk hal ini, saya selalu bersandar kepada praktek ibadah puasa yang dilakukan sebulan penuh oleh kaum muslim sejak jaman Rasulullah, kurang lebih selama 30 hari di bulan ramadhan.

Jika ingin menambah kebiasaan baik, entah itu bangun tepat waktu, menulis hal-hal positif, sholat tepat waktu. Ataupun menghilangkan kebiasaan buruk, seperti minum alkhohol, bangun kesiangan, dan lain sebagainya. Cobalah lakukan selama 30 hari secara konsisten. Rasakan lah perbedaaannya.

Jika setelah 30 hari itu anda belum merasakaan perbedaannya, berarti, anda belum benar-benar melakukannya dengan konsisten. Sebagaimana kita ketahui, tujuan dari ibadah puasa, adalah membentuk kepribadian yang islami di 11 bulan berikutnya, dan barang siapa yang menjalankan ibadah puasa itu dengan sebaik-baiknya, tentunya kita bisa melihat kepribadian islami yang tercermin dalam perilaku seseorang.

Mari, tambahkan kegiatan apapun yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas anda sebagai manusia, dan lakukanlah secara konsisten.

Saturday, December 10, 2011

Day 10 : Lapar

Day 10 : "7 hari menulis kata-kata bijak"

Refleksi hari ini disadur dari hadist riwayat Al Ghozali yang di uraikan dengan bijak oleh KH. Zainuddin MZ

“Ilmu membuat hidup kita menjadi mudah, seni membuat hidup kita menjadi indah dan agama membuat hidup kita menjadi terarah”

Ceramah KH Zainuddin MZ terdengar dengan nikmatnya di waktu senja menuju magrib di pukul 17:30 diseluruh siaran televisi Indonesia didalam acara TV swasta yang berjudul “menunggu buka”. Kalimat yang dibuka dengan kata “ilmu…” oleh KH Zainuddin MZ seakan-akan mengisi berjuta-juta rasa lapar rohani yang mendera para umat muslim yang sedang puasa di hari pertama di bulan ramadhan 1427 hijriah, tahun romawi 2006.

Suara lapar hilang seketika begitu mendengar untain kata itu. Kyai Zainuddin MZ tidak perlu bersusah payah menampilkan ekspresi fisik yang berlebihan dengan raut muka dramatis dalam penyampaian ceramahnya. Hanya satu kata yang “sederhana” dalam penampilannya. Tetapi isi dari ceramahnya itu lah yang berbobot, berisi, dan mudah dicerna, sehingga mampu ditelan dengan lancar ke dalam rasa lapar rohani

Sang lapar itu senang mengejar manusia dikala sedang dititik minimum hidup mereka.

Ia bukan saja diperut yang melilit, dikerongkongan yang serak tidak bergurah dan semua perasaan lapar jasmani lainnya yang bisa diuraikan dalam kata.

Tetapi ia juga mendera rohani. Kosong nya hati, tidak tahu nya tujuan hidup, bahkan banyak manusia yang berjalan dimuka bumi itu sebenarnya mati. Hanya mencari label bermerek Gucci, LV untuk aksesoris jasmani agar terlihat menarik di muka bumi.

Lapar untuk sementara tidak terlihat lagi bagi manusia yang rohani nya mati.

Entah untuk berapa lama