Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, August 30, 2014

Happy

It has been a long time we never met…
Without you... My life is cruel, dark, harsh and hard to grind.
Without you… I’m tasting bitterness inside my lung.
Oh… I do really wish you were around… I will ask you to go deep inside my tongue to keep me awake all night long.

Oh boy… My name is coffee, I’m not happy until I meet you… yes you... milky lady*

*when coffee meet milk

MG, Street Gallery, PIM, 2014

Wednesday, July 02, 2014

Pullover Blue

Dear Pullover blue,

It has been a long time we never talk happily like last night
I share so many story as you also share your story
Moment of live that hopefully both of us enjoy

I feel enlightenment, spirit up, as words by words come out from my mouth. Words without filter

After Sirloin of meat, water, coffee and tiramisu
Trafique and skipjack

What do you feel?
Do you feel different temperature?

It seem higher then before right?

Night was cold, but you keep me out from frozen.

Stop and stay with me for a while. I only wish i could spend everyday of my loneliness just with you..

Keep me warm inside and comfortable outside.


Deep Kiss
Blue Batik

Monday, June 02, 2014

Hitam Menggerogoti

Warna hitam kelam membungkus raga mu.
Kesempurnaan...

Kualitas tinggi...

di dalam raga...
12 isi....

Tampak barisan rapi bertumpuk-tumpuk sejajar menyerupai rack tabung pipa putih,
yang berisi daun kering terhidrasi dan saringan untuk mengikis lalu lalang racun duniawi

Manusia...

Mengisap dan Terhisap hingga masuk kedalam ulu hati, bersirkulasi, kembali, menyerupai buih, asap putih pekat mengkilat dikala gelap, Meninggalkan bercak ironi biologi raga...

33 MiliGram

2,3 MiliGram

Tar dan nikotin menggerogoti...

Thursday, April 10, 2014

2014..

Ini tahun 2014,

Tahun demi tahun berganti lepas,
Menyerupai pagi, menyeruak siang dan menenggelamkan malam,

Ada yang baru di tahun ini

Designer sejati

Anggun Alami,
Berlenggak lenggok seperti peragawati..

Tiap kali pensil menyentuh kanvas kertas, terciptalah adegan busana,
Menyerupai manekin yang apabila diberi nafas, akan melesat lepas,
Keluar pergi, merobek kertas, menuju dunia nyata..

Aku ada..
Sejak 2 minggu lamanya

kembali ke ibukota..



Jakarta, 10 April 2014

Tuesday, June 04, 2013

Malam

Ditengah pukul 2

Waktu bergerilya melewati bulan purnama
Melewati tanggal 3
Bersama beberapa bunyi sunyi senyawa
Tercatat tanpa nama

Disampaikan hawa dalam suhu
Berbuih bersama luruh
Tak capai masuk kedalam puluh

Kini sudah masuk
Kedalam susuk

Bergembira bersama putih
Keras seperti paruh buih
Tertelungkup kembali

Dingin
Dalam malam

Tuesday, April 23, 2013

Purnakarya

Purnakarya
Bertahun-tahun jalani hidup
Berderai air mata terpana
Hingga kematian menjuntai dipelana

Sudah hampir habis upaya,

Apalagi agenda

Di tengah jalan
Tiada rambu

Masa purna
Masa tiada karya

Tetap pandang kedepan
Putus asa bukan pilihan

Thursday, January 31, 2013

Kesepian Malam

11:29 Malam Saat ini Sepi, Bunyi jangkrik tidak berisik, hawa dingin bergemiricik

12 jam sebelumnya, kuhabiskan waktu tanpa tenaga
hanya otak bertunggang langgang memikirkan yang tak nyata-nyata

Pada waktu yang sama, Bali tidak peduli
Hanya berceria bercanda tawa dengan sebayanya
Riang gembira tak tahu arah kemana

Tak tahu siapa / bersama

6 jam sebelumnya, kupancatkan kaki untuk menghilangkan muram durja
kucari kaos kaki dan sepatu di rak kaki mall metropli

tak ada / kenapa

Kucari lain hati. Baju berwarna biru untuk menutup hati yang pilu berhasil mempesona hati
Kubeli satu
Harga ratusan ribu

Senang?

Tidak,

Masih sepi diantara lalu lalang pejalan metropoli

Sekarang? 

Friday, January 18, 2013

Hujan di awal January

Air bertubi tubi datang menghampiri
Dari danau, laut, kolam, menguap menggapai awan
Mengangkasa, bersatu bersama kelabu warna

Menuju ke satu tempat ternama
Indah nian namanya

Jakarta

Gedung tinggi, pria wanita berpakaian trendy

Ah tidak peduli

Air itu tiba juga diatas mereka
Tidak kenal waktu
Tidak peduli UMR melaju naik tak terkendali

Toh hujan datang juga
24 jam lebih lama dari biasanya
Gorong-gorong dibawah gedung tinggi tidak mampu menaungi lagi

January awal bukan lagi awal
Tapi hujan deras, deras sekali

Yang kesekian kalinya mengingatkan penduduk bumi jakarta
Agar sadar, luapan ungkapan kesesalan mereka didunia maya tidaklah berarti

Friday, December 21, 2012

Atap Merah

Hujan berjalan menusuk bergerilya
Menapaki satu persatu pundak berwarna merah
Jumlahnya tidak satu, tapi beribu

Langkah kecil pertama-tama
Angin melambai pelan
Melaju pelan perlahan, lalu bergerak berontak makin menghentak

Air yang sedang melangkah kecil mulai berlimpah ruah karena angin

"Tahan!", ujar salah satu pundak merah

Bergeming mereka menghadapi angin dan hujan
Tak tampak sedikit pun guratan rasa gusar

Reda.. Akhirnya...

Gerombolan pundak merah yang berbentuk atap sebuah rumah sanggup melindungi yang lemah dibawah

Sunday, November 25, 2012

Lose it

~As the time goes by, we are getting notified of what went change and what still remain, and yet we keep ignore it~.

September, Oktober dan kini November.

Para pemuja dunia semakin terpaut jauh meninggalkan perahu. Abandon the ship. Terjun melaut, tanpa baju, hanya bermodal niat dan akal lalu. Berenang renang, tanpa permanent kan tuju.

Satu tempat dikunjungi. Pulau rotan. Berbagai jenis pohon rotan berada disana. Tidak tampak manusia disekelilingnya.

Kosong. Sementara.

Lalu, laju kaki menuju pulau tetangga. Didapatkannya sebuah dermaga. Hanya berisi tambak, kolam dan  tembok dinding pagar yang terbuat dari kayu rotan yang menghalangi pemandangan. Kemana para ikan?,

Sepi.

Pemuja dunia menuju tempat lainnya, terus berenang tanpa arah tertentu. Mencoba mengetahui ada apa di balik rahasia Kosong dan Sepi.

Pemangku dunia sering melihat tingkah laku mereka. Pemuja dunia tidak sadar, di balik pulau rotan, ada berbagai manusia hidup didalam akarnya. Di pulau tetangga, terdapat beribu ikan yang bersembunyi dibalik telaga.

Sadar secara tidak sadar. Pemuja dunia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat.

Sepi, kosong.




Tuesday, August 21, 2012

Agustus berlari

Meteor-meteor itu datang berlalu lalang
Satu persatu persneling dan alat peraga dibadanku kulepaskan
Ku tak sanggup memikulnya didadaku

Berat rasanya untuk maju
Apalagi meteor itu menubruk tepat diatas dahi
Membuat kepala ini melayang-melayang layu menuju haru

Sempat sesekali pemandangan lain memincutku
Sempat pula kuberdiam seribu satu mulut terbelenggu

6 bulan sudah
Tak boleh ada gundah
Agustus sudah berlari maju
Ini tanggal 21 kawan

Tak ada kata menyerah
Aku mau

Kamu...


Sunday, June 10, 2012

Laskar sayu

Pemuda pemudi gempa gurita
Kata lidahmu selalu tampak sayu
Ada apa dengan isi kepala
Terdidik, tapi tidak terhormat

Sedih cerita di social media
Keluh kesah terucap

Menonjolkan gaya
Pesona muka

Semua itu tidak berarti
Tapi akan diingat ketika anda tua nanti
Semua tipu daya masa muda akan menjadi history

Yang akan kuingat
Dirimu ingat
Orang lain ingat

Cepatlah tobat


Saturday, April 07, 2012

Kaca mata

Pakai, nanti perbesar,

Masalah diujung mata
Selesaikan sekarang juga

Pakai, nanti perkecil

Masalah diujung tanduk
Tak perlu kau ungkit hari ini
Siapkan strategi agar bisa dilalui nanti

Pakai, nanti menghitam

Sinar terik mengkilau
Tidak perlu kau hadapi sendiri

Cukup

Sekarang kenakan kacamata mu
Pilih jenis yang kau mau

Tinggalkan

Tulisan itu muncul lagi
Berulang kali dalam sehari
Berita kesedihan
Bertalu-talu memicu

Ini hari keseribu
Derai tangis air mata, Tak berkunjung titik temu

Hati terpaut dengan masa lalu
Butuh waktu

Sampai kapan?

Mohon

Tinggalkan

Thursday, April 05, 2012

Ruang

Pagi

Lihatkah kamu cahaya hati tadi
Ada satu ruang untukmu

Ruang abadi

Tak seorang pun bisa membuka pintu itu
Tanpa izinku

Ruang itu sederhana
Berupa cahaya
Namun abadi

Hey

Kini, kamu tak perlu kau bersedih lagi
Angkat dagu, kibaskan hujan
Buka gerbang
Biarkan terhempas pergi

Pramugari
Jangan pergi

Berhenti sejenak

Pilih cahaya tadi

Wednesday, April 04, 2012

Namaku rasa

Namaku rasa
Mudah gundah apalagi gulana

Namaku rasa
Suka menjelajah ke arah terawang-awang
Ketika terbang malah terbayang jatuh kebawah

Namaku rasa
Suka bersembunyi dibalik tulang
Tak berani menyambut petang
Tak berani menerawang

Suatu hari aku mati
Mengalami hitamnya masa
Terjatuh sakit sekali
Tak mau menghadapi

Suatu hari aku hidup
Ditiup oleh pelangi
Hembusan balon udara
Melayang di angkasa

Tapi
Berapa lama aku hidup dan mati?

Namaku rasa
Tidak mau sendiri

Temani aku terbang dan jatuh
Berulang kali

dan..

Lagi..

Tuesday, April 03, 2012

Pencuri

Kurang apa diajar
Pintu terluar tersemak belukar
Batu berjajar
Pagar berteralis besi gandapuri

Kain sarung tersingkap
Celana lurik tercerik
Kaki kaki meratapi

Satu loncatan bambu terlampaui

Koyakan pintu terseruak
Diambil segala lemari dan isi

Memori
Perasaan
Melodi
Satu persatu pergi

Terambil tidak permisi

Itu semua karena kamu

Pencuri

Monday, April 02, 2012

Fine

Brutal sudah
Sumpah serapah
Padu padanan kata aloha

Tidak serupa
Jelek semua
Mendayu paralayang menusuk jiwa

Tidak ada hati, hanya physically

Sudah terjadi

Para-para mengetahui
Durja dan durjana terungkap

Ok,

Fine

Sunday, April 01, 2012

Ah,

Ribuan, jutaan, milyaran detik berlalu
Dunia berganti
Banyak bangunan baru terbentuk namun tidak bertepi

Merusak pondasi hijau
Merubah bulan agar tidak berkilau
Diganti oleh beribu lampu, menyinari, menggunakan energi tak terbaharui

Warna laut tidak lagi biru
Banyak tercemari
Udara berwarna abu-abu
Banyak polusi
Teknologi tidak ramah
Manusia suka menjamah

Ah,

Detik ini akan dilalui lagi
Berulang-ulang lagi
Hingga nanti
Dunia berubah posisi



Monday, March 26, 2012

Lesung

Penerbangan dari denpasar menuju jakarta tertunda 30 menit.

"Kamu dimana?", ujar sang wanita.
Suara itu meraung dengan rendah dan renyah didengar disisi telepon seorang pria.

Sesosok pria itu lalu menghampiri ke lokasi yang dijanji dengan langkah hati-hati.

Wajah sang wanita kini merona didepan restoran solaria, tepat didepan pintu keluar 2E, bandara soekarno hatta. Ia tinggi jelita berbalutkan seragam pramugari yang berwarna cerah. Seragamnya itu adalah maskapai kebanggaan masyarakat indonesia.
Senyum lesung pipit khas yang begitu sempurna dengan kombinasi gigi putih berjajar rapi untuk menyambut kedatangan sesosok pria tadi.

Mereka kini tidak lagi tersembunyi oleh untaian kata-kata messenger di blackberry.