Monday, June 11, 2012

Review liburan Minggu 2 di bulan Juni : Braga

Saatnya review-review hari weekend kemaren nih :).
Seperti plan awal di tanggal 8 Juni lalu, untuk weekend tanggal 9-10 Juni diriku akan mengunjungi jalan braga. Akhirnya jadi terlaksana pada tanggal 9 sore nya.

Mobil berhasil kuparkirkan di braga city walk di basement 3. Kaki kulangkahkan ke lift untuk menuju lantai atas. Pikiranku melayang mengingat iklan di hardrock fm 87.7, kalau pada tanggal tersebut, ada pameran komputer di gedung landmark yang berada disisi utara jalan braga dekat dengan rel kereta api.

Harum bau gedung tua terasa, begitu badan ini melewati jalanan berubin di jalan braga. Kusebrangi perempatan lampu merah sebelum mencapai gedung landmark, gedung bersejarahnya kota bandung yang bersatu padu dengan tempat spa yang terkenal seantero pekerja dan mahasiswa di bandung yaitu Pandora. Di gedung yang sama itu juga ada restorant Impperial, arena billiard dan juga diskotik. Jadi ini mau liat pameran komputer or dugem ya?, hahaha.

Waktu saat itu menunjukkan pukul 06:00 malam, tepat untuk mengajak perut yang keroncongan ini melahap info seputar mouse, keyboard dan teman-temannya. Tidak lupa kubeli seperangkat aksesoris komputer, seperti multi usb, flashdisk dan converter sebagai kenang-kenangan kalau aku mengunjungi pameran komputer.

Setelah puas, lalu kaki ini kulangkahkan menuju parkiran mobil untuk menuju tempat selanjutnya... tempat nongkrongnya para bidadari yang tentu saja.. rahasiaaa doooonk donk donkkk, hehehe... *padahal mah langsung balik makan malam ke resto padang, wkwkw..

Note : Foto diambil dari bandungsae.com

Sunday, June 10, 2012

Laskar sayu

Pemuda pemudi gempa gurita
Kata lidahmu selalu tampak sayu
Ada apa dengan isi kepala
Terdidik, tapi tidak terhormat

Sedih cerita di social media
Keluh kesah terucap

Menonjolkan gaya
Pesona muka

Semua itu tidak berarti
Tapi akan diingat ketika anda tua nanti
Semua tipu daya masa muda akan menjadi history

Yang akan kuingat
Dirimu ingat
Orang lain ingat

Cepatlah tobat


Saturday, June 09, 2012

Malam sabtu

~Kencana menghentikan laju mobilnya lalu membuka jendela mobil. Wanita ke enam itu mulai mendekat, wajah Kencana berubah pucat......

Kencana telah menelpon berkali-kali wanita yang ia tunggu sejak pukul 7 malam tadi. Wanita yang bernama Jeni itu sama sekali tidak mengangkat telpon dari Kencana. Padahal meja restoran klasik yang telah di booking dari jauh-jauh hari untuk makan malam romantis mereka berdua sudah siap sedia dengan aneka hidangan Eropa.

Kencana tetap tidak beranjak dari posisi duduknya sekitar 5 jam lamanya. Pikiran positif selalu ditanamkan Kencana. Meski telpon Jeni terdengar aktif diseberang sana dan diakhiri bunyi "tut.. tut.. tut.." yang berulang kali terucap, Kencana tetap tidak putus asa menelpon Jeni. "Hmm.. telponnya aktif padahal, mungkin Jeni sedang tidur", ujar Kencana dalam hati.

Sampai akhirnya Kencana mulai ragu, setelah hari Jum'at itu berganti menjadi hari Sabtu. Sudah pukul 00:30. Restoran klasik yang terletak di jl. dahana akan tutup sebentar lagi di pukul 1. Segelas wine sudah ia habiskan. Itu gelasnya yang ketujuh. Wine yang Kencana minum itu hanyalah sparkling wine, tidak memabukkan bagi Kencana yang sudah terbiasa minum vodka.

Kencana memutuskan segera pergi. Dipanggilnya pelayan resto, lalu ia keluarkan beberapa lembar uang biru dan merah untuk membayar minumannya. Setelah itu ia menuju parkiran mobil, dipacunya mobil sedan merahnya meninggalkan jl. dahana.

Kencana lalu menuju jl. cahya hanya untuk menghabiskan waktunya yang telah sia-sia.

Jl. cahya terkenal dengan para wanita malam yang berkeliaran sepanjang pinggir jalan, Kencana hanya bermaksud cuci mata karena kecewa tidak berhasil makan malam romantis dengan Jeni, wanita yang baru iya kenal seminggu lalu di sebuah pentas musik. Ketika itu Kencana berkenalan dengan Jeni, meminta nomor telponnya, lalu berencana untuk makan malam berdua minggu depannya.

Kurang lebih sudah 10 km, Kencana melintasi jl. cahya dengan pelan-pelan. Sekitar 5 wanita yang mengenakan pakaian seksi dan berpose dipinggir jalan raya itu berhasil membuat mata Kencana terlena untuk sementara. Para wanita itu wajah dan body mereka ada yang menyerupai Jupe hingga Luna Maya, tentu dengan kualitas 2 or 3 kebawah.

Sekitar 50 m didepan, pada urutan wanita malam ke enam yang akan ia jumpai di jl. cahya, firasat Kencana kali ini mengatakan kalau ia harus menyempatkan diri untuk berhenti sesaat dan mencoba bertanya. Setidaknya basa-basi dan bertanya mengenai "harga sewa", meski nantinya tidak ingin di "eksekusi".

Kencana menghentikan laju mobilnya lalu membuka jendela mobil. Wanita ke enam itu mulai mendekat, tapi wajah Kencana malah berubah pucat.

Kencana terbata-bata berbicara ke wanita tersebut "Je... je... jeni.. ?"

Note : Foto diambil dari situs bandungholics.blogspot.com


  

Friday, June 08, 2012

Plan liburan Minggu 2 di bulan Juni : Braga

Woohoo... sudah masuk minggu ke dua bulan Juni.. Weekend ini mau berwisata kedua bola mata saya ke kota tua di jalan braga aahh. Rencananya akan kuparkirkan mobilku di braga city walk, biar aman dan damai tanpa khawatir mobil lecet tersenggol pengendara motor yang lalu lalang sambil sensi dan tidak permisi. Kalau parkir dipinggiran jalan braga, takutnya kena baret euy. Nanti setelah parkir di lantai basement braga city walk, akan kulewati deretan anak tangga menuju lantai 1, berjalan kaki melewati the kiosk hingga keluar tepat di jalan braga, tepat di depan restor braga permai. Setelah itu saya akan belok kanan, celingak celinguk sana-sana dan di akhiri dengan ngopi-ngopi di braga huis.

Kali ini akan ku ajak turut serta temanku untuk bertamasya bersama yaitu rian dan ersa, apalagi kalau bukan untuk mengambil pose-pose gedung-gedung tua, para pejalan kaki dan tentu saja saya sendiri, hihii.

Note : foto di ambil dari flickr.com

Monday, June 04, 2012

Review liburan Minggu 1 di bulan Juni : Sabuga

Saatnya review...

Weekend kemarin tepat di hari sabtu tanggal 2 Juni 2012 akhirnya kusempatkan waktu liburanku untuk berlari sebanyak 10 keliling di lapangan jogging sabuga. Hatiku terbata-bata, karena yang biasanya hanya berlari sebanyak 8 keliling, malah kemarin bisa 10 keliling.. Eduuuuun... muaknyoss pisan.... Tentunya ini berkat dukungan para pelari dan pejalan kaki lainnya yang bersama-sama dengan saya melangkahkan kaki di arena jogging track sabuga. *padahal mah, siapa juga yg dukung, wong pada lari masing-masing, hihihi....

Tapi kebalikan dari hari sabtu, yaitu di hari minggu, 3 Juni 2012, diriku bukannya berolahraga, diriku malah hanya bersantai ria depan layar kaca televisi, menonton acara-acara TV berupa sinetron dan lainnya, hehhee...

But it was fun, by planning and review my 1st week holiday, time was much more memorable. I know what i did well, and i know what i did wrong. Next week it will be better. Woohoo...  

Friday, June 01, 2012

Plan liburan Minggu 1 di bulan Juni : Sabuga

Tantangan #G30HM di bulan Juni bertema liburan.. ikutan menulis nulis aah.. cihuuy..

Gak perlu jauh-jauh ah untuk minggu pertama, aku mau ke sabuga ajah untuk planning liburan di weekend pertama bulan juni inih, yaitu hari sabtu, 2 jun'12 dan minggu 3 jun'12..

Iya donk donk donk, siapa bilang liburan musti keluar kota, apalagi ke tempat wisata.. arrg itu mah basiii... Hari gini, bekerja di tempat kerja itu bahkan bisa disebut sebagai tempat liburan loh bagi orang-orang yang mencintai pekerjaannya. Seperti kata nya Rene Suhardono "my career is better then your holiday", yang diartikan sebagai ejekan untuk para pekerja kantoran yang tidak betah dengan pekerjaan mereka dan hanya mengharapkan liburan di setiap hari kerjanya. Kalo bisa buat pekerja yang dodol ini adalah liburan tiap hari kali yah. Kalo gitu yah, mbok gak usah kerja atuuuh... libur aja sono tiap hari, dari pada kerjanya complain terus ditempat kerja, hohoho...

Memang deh passion ku ini dibidang kesehatan.. Kegiatan olahraga dapat dianggap seperti makan yang tiap hari 3 kali. Untuk tempat favoritku disabuga adalah arena jogging track nya. Bsok aKu akan berlari sebanyak 10 keliling, terhitung dari jam 6:30 pagiii. Doakan kuaat yaaaaah, hohoho

Lalu ketika berlari nanti, tak lupa kulambaikan tangan dan jemariku dihadapan mereka yang berjalan kaki, lalu kan kuteriakan kata, "mas-mas dan mbak-mbak, kalau mau jalan kaki ya di mall ajaaah yaaah, ngapain di tempat jogging inih", hihihihi........

Thursday, May 31, 2012

31 May - Non smoking

Tulisan non smoking tertera diatas meja
Lalu meja mengajak bicara
"Hey kamu yang duduk!, jangan seenaknya menjentikkan penyulut api"

Hari tobacco sedunia di tanggal 31 Mei
Menyeruak di social media
Semua hanya sanggup mengiklankan kata
Tapi pada prakteknya
Meja dan tulisan non smoking lah yang berada diujung runcing teriakan stop merokok untuk para manusia..

Tuesday, May 01, 2012

Surat


Tertulis 3 kata dahsyat dalam selembar kertas seukuran pinset akan segera diberikan Kencana kepada Puspa. Mereka duduk sebangku bersebelahan, tidak terpisahkan sekat apalagi jendela.

Suasana di SMA kelas 2-5 seakan terfokus pada mereka berdua. Padahal pelajaran matematika sedang tegang-tegangnya diajarkan oleh Pak Purnama, guru matematika. Kencana duduk sebangku dengan Puspa dideretan meja kedua.

Kencana merupakan sesosok pribadi yang tidak pandai berkata ucap, ia hanya bisa menuliskannya melalui media pena, apapun itu masalahnya. Apalagi jika hal itu yang menyangkut tentang cinta, pastilah Kencana terbata-bata dalam berbicara.

Kencana sudah tidak tahan lagi. Sudah lama rasa cinta ia pendam didalam hati. Ia ingin segera mengungkapkannya secara langsung kepada Puspa, teman sebangkunya yang cantik jelita, saat ini juga. Beruntung pelajaran matematika saat itu mendukung, dimana semua siswa harus berdiam diri dan memperhatikan dengan seksama pelajaran matematika dari Pak Purnama.

3 kata dahsyat yang ditulis Kencana diselembar kertas itu bertuliskan “Aku suka kamu”. Diberikannya langsung saat itu juga kepada Puspa yang duduk disebelahnya. Seketika Puspa membaca dengan raut muka memerah merona. Hingga akhirnya Puspa tuliskan 1 kata balasan di balik selembar kertas itu dan diberikan untuk Kencana, bertuliskan kata “Ogah”.

Kencana terbata-bata begitu membaca 1 kata balasan dari Puspa. ia tidak mengira Puspa akan menolaknya begitu saja. Wajah Kencana terlihat mau pingsan, keliyengan, seperti maen kora-kora di Dufan.

Puspa menoleh kearah Kencana dengan terkejut, karena ekspresi Kencana sedih dan tidak bahagia. Dilihat tangan kanan Kencana yang masih menggenggam selembar kertas pemberian Puspa tadi. Puspa segera melihat tulisannya sendiri sembari tersenyum sipu dan tau apa yang membuatnya lucu.

Seharusnya Puspa menulis kata “Oyah” bukan “Ogah”. dia segera memperbaiki huruf “y” yang ia tulis seperti huruf “g”, agar Kencana tidak keburu pingsan.


Note :
Makanya jangan cuma percaya tulisan aja, biar gak keliyengan kayak Kencana, hihihihi