Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Wednesday, August 20, 2014

Morning Glory Coffee

Seberapa sering menuju tempat ini?. Hmm.. beberapa kali dan melebihi 1/15 dan djournal coffee. Lokasi yang strategis berada di street gallery Pondok Indah Mall (PIM), membuat ku sering mengunjungi morning glory coffee. Ditambah lagi PIM merupakan mall favoritku, jadi faktor plus buat morning glory. Dalam #JakartaCoffeeBlendJourney ini, aku ingin bercerita tentang Morning Glory coffee. Kedai kopi ini sudah lama sebenernya berdiri. Dimulai dari Bandung, seingatku pertama kali melihat sign Morning Glory itu di setiabudi, sebelahnya McD, ketika itu sekitar tahun 2006 aku mau mengunjungi tempat fitness yang bernama Equinox (sayang sekali udah tutup skrg, padahal gw ketemu tamara blezinski disana, hahah) yang berada dilantai 2. Di lantai satunya terdapat kedai kopi yang bernama Morning Glory ini. Tapi pada waktu itu aku tidak sempat masuk kedalam, hanya melihat-lihat dari luar.

Tidak berapa lama, setelah tol di cipularang dibuat sekitar tahun 2006, yang menghubungkan jakarta bandung. Morning Glory mulai membuka cabang di KM 97. Aku sering kesitu, menikmati sejumput coffee latte disertai sarapan paginya omellete. Pelayanannya biasa saja, tapi pemandangannya di KM 97 yang mempesona. Karena menghadap taman, dan kita bisa menghirup udara segar.

Di tahun ini, setelah kembali dari Bangkok, ternyata aku menemukan lagi Morning Glory. Kali ini dia sudah buka cabang di PIM, ini berarti untuk pertama kalinya Morning Glory buka cabang di luar Bandung. Sebelumnya dia sudah ada di ruko setrasari, Bandung dekat dengan Universitas Maranatha begitu keluar gate Pasteur. Dan satu lagi seperti cerita saya sebelumnya ada di Setiabudi, tapi sayangnya sudah ditutup untuk cabang sini  Display kedai kopi Morning Glory kini sudah seperti cafe, terlihat trendy dan keren. Karena belakangan ini aku mulai menggemari kopi, awal aku ke Morning Glory PIM kuajukan pertanyaan mengenai jenis kopi apa yang dipakai disana. Ternyata mereka menggunakan kopi asal pengalengan, Jawa Barat. Pengalengan yang notebene penghasil susu berkualitas, ternyata mempunyai kopi berkualitas juga. Ini dibuktikan dengan rasa kopinya yang menurutku mid taste, karena rasa asam dan pahit nya tidak terlalu dalam. Sehingga bisa dinikmati semua orang.

Selain itu kalau kita duduk dikursi Morning Glory coffee di PIM, kita akan berhadapan dengan toko roti Tous les jours, dimana banyak pria dan wanita yang tampilannya oke punya duduk disana. Dan so pasti tidak semuanya pecinta kopi, tapi kan lumayan buat cuci mata, hahaha...  

Wednesday, July 16, 2014

#JakartaCoffeeBlendJourney

Pencarian sebuah Kedai Kopi terbaik di Jakarta!, itu kata tepat untuk mewakilkan hashtags hari ini yang sok-sok an menggunakan bahasa inggris #JakartaCoffeeBlendJourney... Judul yang kali ini kunyatakan dengan lantang untuk menyatakan rasa penasaranku akan sebuah cita rasa kopi espresso yang di blend oleh kedai-kedai kopi yang berada dijakarta. Next time di instagram dan path, aku akan mencantumkan hashtags itu disetiap postinganku mengenai kopi.

Kedai-kedai kopi ini banyak tersebar diseluruh antah berantah Jakarta, level warteg hingga artisan coffee yang berada di mall-mall Jakarta. Apalagi di lokasiku biasa bekerja di bilangan Jakarta Selatan. Bejibun deretan kedai kopi alias coffee shop yang belum aku kunjungi. Bahkan deretan list dari ve handojo di blog nya, belum selesai kupenuhi. Belum cukup waktu yang kubutuhkan untuk mengelilingi mereka-mereka ini.

Apa sih yang dicari?, tidak lain dan tidak bukan adalah Rasa. Rasa, yang hanya bisa diicip oleh lidah sebagai indera pengecapan. Yang kedua, tentu lokasi, tidak enak kan makan-makanan apabila duduknya urakan. Bisa-bisa mempengaruhi lambung apabila kita makan sambil tengkurep, haahha... Begitu juga dengan minum kopi, apabila tempat tidak nyaman, tentu akan mempengaruhi perasaan pengecap lidah kehidupan kan?

Rasa kopi bisa dibilang mempunyai nilai universal. Nilai itu adalah tingkat keasaman ketika lidah mencicipi kopi. Anda tahu kenapa kedai kopi starbucks merajai mall-mall indonesia bahkan dunia?, ini disebabkan karena tingkat keasamannya menengah, mungkin jika diukur dengan kertas PH, dia masuk kategori 2-5.

Cukup untuk kali pertama #JakartaCoffeeBlendJourney keasamaan jadi faktor 1.1 dalam kategori rasa. Untuk faktor lain seperti fruitiness, sweetness, bitterness, kandungan kafein dan sebagainya akan menjadi faktor-faktor selanjutnya dalam penilaian rasa.

Untuk kategori lokasi, faktor 2.1 nya cukup mudah, yaitu kedai kopi tersebut memisahkan antara lokasi smoking dan non-smoking. Lebih bagus lagi ada ruangan khusus yang tertutup dan terpisah dindingnya.

Sudah dua itu dulu saat ini. Selanjutnya akan kuselidiki kisah sedih dan gembira dari setiap kedai kopi di Jakarta dan akan kubagikan pada anda. What kenapa anda?, no no.. akan kusimpan cerita ini untuk saya sendiri dan anak-cucu saya nanti, hahahah

Thursday, July 03, 2014

Tentang Kopi


Aku suka dengan kopi. Pelawan rasa kantuk yang diambil dari biji sebuah cherry. Tentu tidak setiap hari aku harus minum kopi juga, apalagi makan biji kopi. Tambah lagi disaat bulan ramadhan seperti ini. Kebiasaaan minum kopi sachet dengan brand indocafe coffeemix dibelakang kantor tiap pagi di gerobak mamang-mamang pinggir jalan trotoar harus ditunda untuk sebulan lamanya. Kenapa? ya karena puasa, dan para gerobak2 kaki lima tersebut hanya muncul di pagi hari. Letaknya dekat sangat, di Jalan denpasar raya, tepat di depan gedung RNI. Cuma tinggal jalan kaki 10 meter ke belakang kantor menara karya dan menara kadin, kawasan kuningan

Dan apa anda tau kopi sachetan alias kopi instant itu terbuat dari biji kopi jenis apa?, ada dua varietas biji kopi yang musti diketahui. Satu arabica dan satu lagi robusta. Cara membedakannya? Pertama yang harus kita lihat itu warnanya, liat gambar dibawah ( diambil dari situs http://www.thekitchn.com ). Warna biji kopi arabica itu lebih gelap dibandingkan dengan robusta.

2008_02_04-RobustaArabica.jpg

Tapi, itu kan warna biji kopi nya. Apabila sudah di panggang alias roast, apalagi sampai dark roast, tentunya kedua varietas biji kopi itu tidak akan kelihatan lagi perbedaannya (lihat gambar dibawah, dari kiri ke kanan : blonde to dark roast). Dark roast itu coklat hitam pekat warnanya, rasanya kuat dan terasa caffeinnya. Setelah di gerinda, alias dihancurkan jadi bubuk2 halus... Bentuk antara dua varietas bubuk kopi ini makin mirip, sama dengan bubuk kopi dari sebuah sachet indocafe coffeemix.

Coffee Menu

Selain warna, ada lagi yang bisa dibedakan antara robusta dan arabica yaitu rasa. Rasa kopi arabica lebih asam dibandingkan robusta. Kebanyakan kopi sachetan di Indonesia menggunakan biji kopi robusta, karena rasanya yang lebih netral dan diterima di lidah orang Indonesia.

Belakangan ini sudah banyak bermunculan kedai-kedai kopi atau coffee shop yang menyajikan kedua varietas kopi tersebut. Salah satu yang terkenal karena berskala internasional adalah Starbucks. Di Indonesia, terlebih lagi di Jakarta. Di setiap mall-mall, pasti terlihat kedai kopi ini. Di Plaza Senayan saja ada ada dua Starbucks, satu dibawah yang bersebelahan dengan UNION dan satu lagi diatas, terletak didepan toko buku kinokuniya. Do you know? Starbucks kebanyakan menggunakan biji kopi robusta yang berasal dari Sumatra. Dan pada awal berdirinya jaringan kedai kopi terbesar didunia ini, sang bos yang bernama Howard Schultz meracik menu minuman kopi baik itu espresso dan produk turunannya menggunakan biji kopi robusta dari Sumatra sebagai percobaan awal. Dan terbukti racikannya dia handal, karena produk kopi ini bisa diterima masyarakat diseluruh dunia. Biji kopi sumatra dengan profile dark roast biasanya digerinda langsung ditempat begitu kita memesan kopi di Starbucks. Next time cobain sendiri ya, tanya barista nya begitu anda memesan kopi dengan ukuran tall, grande maupun venti.

Selain Starbucks, di Jakarta terdepat beberapa kedai kopi yang aku sukai. Diurutkan dari nomor satu ya
1. Djournal Coffee. Ada di mall grand indonesia dan cilandak town square
2. Kopi Kitchen di Lippo Mall Kemang
3. 1/15 Coffee. Di jalan gandaria satu, seberangnya snappy
4. Anomali. Di kemang ada, senopati and setiabudi one.

Kenapa nomor satu Djournal Coffee?, karena mereka menggunakan biji kopi robusta, rasanya netral, dan tidak asam. Selain itu karena dark roast (mirip dengan metoda brewing Starbucks), rasa kopi nya kuat dan terasa. Selain rasa kopi itu sendiri, desain tempat Djournal Coffee sangat classy dan vintage, cocok untuk duduk dan mengobrol lama dengan teman-teman kita. Jika anda kesana, jangan lupa order menu favorite saya dibawah ini. Ice coffee mint mojito. Di jamin bakal nambah lagi dan lagi..... snip it,.. hahahah


Wednesday, August 10, 2011

Thai House : Resto sajian para TKI yang melanglang buana di Arab Saudi

Thai House : Menyajikan menu-menu masakan thailand, dengan cita rasa yang sangat meng"indonesia", Ini dikarenakan mulai dari chef, manager hingga karyawan nya merupakan TKI yang melanglang buana di kota alkhobar, Arab Saudi

Resto thai house terletak di pusat kota yang bernama alkhobar, terletak persis dibelakang rahmaniyah mall, king faisal street. Kota alkhobar merupakan kota maju yang sangat berdekatan dengan negara bahrain, hanya dipisahkan jembatan causeway, selayaknya jembatan suramadu utk memisahkan pulau antara surabaya dan madura. Puluhan gedung tinggi, mall dan resto pinggir pantai corniche bisa ditemukan. Banyak kalangan expat (amrik, US, filipin, india termasuk indonesia) yang tinggal di alkhobar, mereka bekerja di saudi aramco, schlumberger, halliburton, yamaha, dan lain sebagainya. Tidak seperti dammam, yang dijuluki sebagai kota tua, kota alkhobar bisa disebut sebagai kota baru. Karena bangunan2nya yang serba baru dan tingkah laku para pemuda yang metropolitan.

Resto ini adalah favorit no.1 versi anankto selama dia tinggal di arab saudi. Puluhan warga negara indonesia baik itu TKI maupun warga indonesia yang berjiarah dan bertamasya disini pasti setuju dengan anekdot ini "Belum pernah ke arab saudi kalau belum singgah di resto thai house, alkhobar"

Meski pemilik resto ini adalah warga negara asli thailand, tapi cita rasa khas indonesia bisa ditemukan dari resto thai house, mulai dari tingkah laku para pegawainya yang mengkombinasikan antara bahasa jawa dan bahasa indonesia. Sampai orderan makanan tertentu pun bisa disesuaikan dengan selera kita masing-masing. Makanan yang tersedia disini sudah pasti masakan-masakan dari negara thailand. Mulai dari tom yam seafood (sup pedas yang sangat terkenal dari thailand), sambosa, thailand fried rice, fried or fish chicken with garlic sauce, banthai dan lain sebagainya.

Menu favoritku adalah sayur kangkung dengan sauce basil(mirip sauce kecap dan cabe rawit), dikombinasikan dengan potongan ayam dan cumi. Kadang sayur kangkung, diganti dengan daun brokoli agar tidak bosan. Karena tiap sore, anankto selalu makan disini, sambil menanti malam hari.

Foto di kiri ini adalah ayam goreng khas thailand beserta sayur daun brokoli. Ayam nya digoreng kering, sehingga terasa bunyi krenyes-krenyes setiap kali kita mengunyahnya. Sayur daun brokoli disajikan dengan oseng-oseng bawang putih, yang rasanya sangat nendang, dan apabila dua makanan ini digabungkan, pak bondan winarno pun pasti setuju kalau setiap orang yang memakannya pasti mengucapkan kata "Maknyuuuss pemirsa".



Gambar paling atas di paragraf awal adalah foto sang chef yang bernama dani. Sudah bertahun-tahun dia menjadi koki. Sempat bekerja di resto di malaysia, resto malaysia di arab saudi, dan sekarang dia adalah koki atau nama bekennya chef di resto thai house ini. Sedangkan gambar disamping ini adalah foto manager thai house yang bernama pak mustofa, bersama 3 karyawannya. Kalau diurutkan berdasarkan foto, dari paling kanan adalah ahmad, mi'ing dan panji. Dan tentu saja yang paling kiri adalah pak mustofa.
Pak mustofa bisa disebut sebagai dedengkot atau pak lurah alkhobar, karena dia sudah berpuluh tahun bekerja di arab saudi dan terutama resto thai house, dia bisa disebut sebagai pahlawan devisa, karena dia yang mengajak tetangga2 nya yang berasal dari purwokerto untuk sama-sama ikut bekerja dan meningkatkan taraf hidup mereka. Dan sudah pasti memberi devisa buat negara, karena mereka setiap bulannya mengirimkan gaji untuk anak dan istrinya di indonesia.

Kini dibulan ramadhan, setiap tanda bedug magrib menjelang. Pihak management thai house selalu menyajikan tajil gratis bagi setiap pengunjung. Syaratnya hanya datang dan duduk dekat meja cashier :). Mulai dari kurma segar, yang memang segar karena langsung dipetik dari pohon. Lalu ada es campur, aneka buah, bakwan goreng, dan lain sebagainya. Bahkan, para TKI yang mampir untuk berbuka puasa disini pun banyak yang membawa makanan kecil dari rumah hanya untuk dimakan bersama di resto thai house.

Suasana ke"indonesia"an yang sangat kental, yaitu kekeluargaan, saling tegur sapa dan saling berbagi, meski para warga indonesia ini berada ditempat yang berbeda dari suasana indonesia, yaitu di resto thailand dan dinegara para TKI yang bernama Arab Saudi.

Note : Inilah cerita positif dari arab saudi, dari sekian banyak permasalahan TKI yang melanda.
Artikel ini juga dimuat di situs kompas.com, kolom kompasiana