Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Tuesday, October 14, 2014

Riverstone City

"Beep.. beep... tring.. tring..." smartphone Kencana berbunyi untuk yang kedua kalinya.. Kencana ketika itu tidak mendengar bunyi yang pertama karena sedang berada dikantin basement kantornya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Dia sedang asik berbicara mengenai politik dengan rekan sejawatnya, sembari menghisap sebatang rokok sampoerna.
Pada bunyi yang kedua, Kencana mulai mendengar ada bunyi dari saku celananya yang berwarna biru muda. Dirogoh saku itu menggunakan tangan kanan dan dilihat dilayar smartphone terdapat gambar wanita yang muncul. Dalam hati kencana berkomentar "Tumben nih dia telpon, ada apa ya?"... Kencana pamit sebentar pada rekan-rekan dikantin sembari berlagak ada telpon penting seperti tidak ada lagi bunyi telpon yang lebih penting sepanjang hidupnya. Dijawabnya panggilan telpon itu

"Hai hai.. Amanda.. kemana aja lo?"
"Hoi Kenca, lagi dimana?"..

Kedua pihak malah saling mengeluarkan kalimat tanya.

"Gw di Menteng nih seperti biasa, Gila lo.. kemaren kemaren kemana aja, sombong ya whatsapp gak dibales, udah berapa bulan nih menghilang?"..
"Gw baru balik dari LA.. sekarang lagi di Jakarta nih.. Lo main kesini donk?"
"Dimana sekarang tinggalnya?, hayuk ngopi2!.."
"Gw tinggal di Riverstone City sekarang, nonton yuk"
"Wah Riverstone?, tempat perumahan elit itu?, dari kapan pindahnya?"
"Hahaha, biasa aja ah, elit dari Hongkong.., iya iya nanti gw ceritain ya klo kita ketemu"
"Oke bentar lagi jam kantor gw beres jam 4 sore.. nanti gw kabarin klo jadi kesana ya, mudah-mudahan gak ada lembur dari bos.."
"Haha giliran ketemu aja langsung cepat tanggap"
"Heheh"...

Wanita itu bernama Amanda. Teman lama Kencana. Mereka pertama kali bertemu di Maskapai penerbangan Garuda tujuan Jakarta - Melbourne. Ketika itu Kencana sedang ada perjalanan dinas dari kantor, dan Amanda adalah salah satu pramugarinya. Kencana dengan percaya dirinya memperkenalkan dirinya sendiri kebeberapa pramugari dan pramugara yang sedang mempersiapkan menu makan pagi di area box dekat cock pit. Akhir cerita, Kencana mendapatkan pin blackberry salah satu pramugari tercantiknya, siapa lagi kalau bukan Amanda.

Kisah pertemanan mereka berlanjut melalui blackberry, sempat bertemu beberapa kali di Jakarta dan akhirnya tidak bertemu lagi karena Amanda setelah resign dari Garuda dia mengikuti jejak kedua orang tuanya yang bekerja di kedutaan Indonesia di USA. Sementara itu Kencana tenggelam sendiri dalam pekerjaannya dibidang pelayaran dan logistik.

Sampai suatu ketika mereka bertemu lagi beberapa bulan lalu. Pertemuan yang singkat dibilangan Sudirman, Jakarta Selatan. Saat itu Amanda sudah berstatus suami orang. Sementara Kencana berstatus duda tanpa anak. Mereka berjumpa di liberica coffee, Pacific Place. Kaget bercampur senang wajah Kencana ketika melihat Amanda dengan tampilan barunya, rambut bergelombang panjang hitam, memakai dress serba hitam. Kaget ketika tahu Amanda sudah berstatus suami orang. Apalagi suaminya yang sekarang adalah anggota Kopasus. Amanda juga kaget melihat Kencana sekarang, yang sebelumnya klimis kini mulai brewokan. Ditambah lagi Kencana sudah berstatus duda sekarang.

"Beep.. beep... tring.. tring..." Kali ini suara smartphone Amanda berbunyi. Waktu menunjukkan pukul 4.15 sore.

"Hai.. Amanda.. Gw jadi ketempat lu ya"..
"Okeey.. dah sampe mana sekarang?, gw mau mandi dulu nih, kita mau kemana nanti?"..
"Let see nanti ya... Gw mau liat Riverstone City, mau tau gw kayak gimana tempatnya. Kata orang bagus... Eh anyway, suami lo gak ada di Jakarta kan"
"Iya.. Bagus kok... Anyway juga.. Tenang, suami gw lagi mengawal Presiden ke Jambi.. sini cepet.."

Mobil Kencana melaju secepat truk tronton tanpa beban. Jalanan macet dari Menteng menuju Riverstone City yang berada di daerah Kebayoran dibabat perlahan-lahan. Cukup 30 menit sudah sampai ditempat.  

-- At Riverstone City, percakapan di smartphone
"Gw dah sampai lobby, lo turun kebawah donk"
"Bentar gw masih handukkan.."
"Udah gak usah pake handuk aja kebawah.."
"Dasar Porno kamu Kencana.."

Amanda turun ke lobby. Mereka berdua tampak kasmaran. Padahal tidak berjumpa hanya selama beberapa bulan, malah tatapan dan tutur kata mereka berdua seperti sudah tidak berjumpa selama tahunan. Amanda lalu mengajak Kencana menuju kamarnya di lantai 19. Riverstone City, komplek apartement ternama di Jakarta, terdiri dari beberapa blok pretisius dengan kolam renang ditengah-tengahnya. Bloknya megah, lantainya terdiri dari marmer putih seperti istana.

"Sudah berapa lama kamu disini Amanda", sambil berbasa-basi sekali lagi Kencana memulai percakapan di sofa kamar Amanda. Amanda menjawab sekena-kenanya sambil tersenyum menggoda. Padahal diotak mereka berdua sudah berkelumit kisah-kisah nafsu tak tertahankan yang terlalu berbelit-belit apabila dipikirkan. Malahan, akan sangat teramat lebih baik apabila langsung dipraktekkan.

Sebatang dua batang rokok dihabiskan mereka berdua sembari mengobrol kisah mereka di sofa ruang tamu kamar Amanda. Pintu kamar tidur ketika itu sedari tadi sudah terbuka. Setelah beberapa menit akhirnya Amanda dan Kencana memandang kamar tidur. Mereka memandang kekasur yang sama. Sudah diduga apa yang bakal terjadi. Nafsu birahi terjadi dikamar Amanda. Menggebu-gebu, terjerembab kedalam adegan frontal 18 tahun keatas. Sudah lupakan status Amanda yang bersuami dan lupakan juga status Kencana yang duda. Toh, apalah artinya, mereka sudah bersatu dalam raga sekarang ini.

"Beep... Beep.. Tring.. Tring"... Kali ini suara dering telpon dari smartphone Amanda. Sudah 3 kali berbunyi tapi tidak diangkatnya. Smartphone Amanda tergeletak dimeja dekat kasur.

Setelah bunyi 3 kali, SMS masuk di smartphone Amanda.. "Ada suara apa dikamar?, aku sudah di lantai 19 depan kamarmu, bukakan pintu, sebelum Aku dobrak tanpa ragu".

Terlihat dilayar smartphone Amanda tertanda suaminya, Kopasus. 

Wednesday, August 20, 2014

Pesan di Line

Harap-harap cemas aku menunggu. Di pukul 12.20 siang ini, belum ada tanda-tanda terima balasan Line* maupun Whatsapp dari dia. Aku menunggu sejak 20 hari sejak tanggal 1 agustus lalu. Sudah berapa kian kali dalam 20 hari dia mengganti profile fotonya, mengubah status, bahkan setiap kali aku mengirim pesan melalui Line dan terpampang tanda read, toh tidak ada satupun pesanku dibalas. Jadi pasti suatu saat nanti jikalau dia beralasan, tidak mungkin dia menciptakan lagi alasan hp nya mati, apalagi pulsa tak mencukupi. Cukuplah hal-hal tersebut dijadikan alibi aku bahwa smartphone dia masih menyala.

Dia memang tidak peduli terhadapku, sesungguhnya pun dia dan akupun tahu maksud dari isi-isi pesanku. Semua ini harus jelas hingga berakhir waktu yang entah sampai berapa hari lagi. Tapi kalau sudah sampai sebulan?, 10 hari lagi?, wah bisa bahaya nanti.

Kutanya temanku yang senasib dan sepenanggungan, ada apa dengan dia. Kenapa?, temanku yang satu itupun juga tak tahu menahu.

Ah, aku mulai ragu-ragu menjalani ini semua. Sombong sekali dia tidak membalas kata-kataku di Line. Kejam benar perilakunya. Padahal tampang dia lugu, dan bahkan terlihat lucu. Tapi aku tidak akan tertipu, dia pasti menyiapkan sesuatu. Dia pasti sudah menyiapkan sejuta peluru untuk memberondongku dengan seribu satu alasan yang tak tentu.

Tapi sampai kapan?, besok sudah hari ke-21. Memangnya aku batu yang tidak bisa berhaha-huhu. Haha ketika tertawa, dan huhu ketika sedih memikirkanmu, iya kamu yang membaca tulisan ini.

Kusiapkan 2 (dua) skenario jikalau hal-hal yang tidak diinginkan itu benar-benar terjadi. Skenario itu representasi dari gambar unyu di Line. Toh dia pasti tidak berani membalas dengan kata-kata pesan. Skenario pertama adalah apabila dia mengirimkan gambar emoticon beruang dengan sayap dibelakang seperti malaikat, artinya, dia ingin pergi meninggalkanku menuju langit ketujuh. Kuterjemahkan sebagai, memang dia sudah mati, mungkin terbakar dahulu, baru menjadi abu. Aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk hal ini, karena toh berarti dia sudah kabur dan tak akan kembali.

Kedua, emoticon beruang berciuman dengan kelinci, yang artinya dia sudah bersama idaman lainnya. Ini pertanda, aku harus mencari kelinci lainnya, pergi jauh dari dia dan aku tidak perlu mengharapkannya lagi.

Apa susahnya menjawab?, dasar dia memang dasarnya tidak bertanggung jawab.

Padahal isi pesanku di Line selama 20 hari ini cukup sederhana. Cukup satu kalimat dengan tanda tanya,  "Bos, kapan gajian bulan lalu dikirim bos?"

Mungkin perusahaan tempatku bekerja saat ini sudah bangkrut dan mengkerut


Note:
*Line adalah aplikasi chating menggunakan smartphone, bisa mengirim pesan dan juga gambar-gambar (emoticon) lucu berbentuk beruang dan kelinci. 

Saturday, June 09, 2012

Malam sabtu

~Kencana menghentikan laju mobilnya lalu membuka jendela mobil. Wanita ke enam itu mulai mendekat, wajah Kencana berubah pucat......

Kencana telah menelpon berkali-kali wanita yang ia tunggu sejak pukul 7 malam tadi. Wanita yang bernama Jeni itu sama sekali tidak mengangkat telpon dari Kencana. Padahal meja restoran klasik yang telah di booking dari jauh-jauh hari untuk makan malam romantis mereka berdua sudah siap sedia dengan aneka hidangan Eropa.

Kencana tetap tidak beranjak dari posisi duduknya sekitar 5 jam lamanya. Pikiran positif selalu ditanamkan Kencana. Meski telpon Jeni terdengar aktif diseberang sana dan diakhiri bunyi "tut.. tut.. tut.." yang berulang kali terucap, Kencana tetap tidak putus asa menelpon Jeni. "Hmm.. telponnya aktif padahal, mungkin Jeni sedang tidur", ujar Kencana dalam hati.

Sampai akhirnya Kencana mulai ragu, setelah hari Jum'at itu berganti menjadi hari Sabtu. Sudah pukul 00:30. Restoran klasik yang terletak di jl. dahana akan tutup sebentar lagi di pukul 1. Segelas wine sudah ia habiskan. Itu gelasnya yang ketujuh. Wine yang Kencana minum itu hanyalah sparkling wine, tidak memabukkan bagi Kencana yang sudah terbiasa minum vodka.

Kencana memutuskan segera pergi. Dipanggilnya pelayan resto, lalu ia keluarkan beberapa lembar uang biru dan merah untuk membayar minumannya. Setelah itu ia menuju parkiran mobil, dipacunya mobil sedan merahnya meninggalkan jl. dahana.

Kencana lalu menuju jl. cahya hanya untuk menghabiskan waktunya yang telah sia-sia.

Jl. cahya terkenal dengan para wanita malam yang berkeliaran sepanjang pinggir jalan, Kencana hanya bermaksud cuci mata karena kecewa tidak berhasil makan malam romantis dengan Jeni, wanita yang baru iya kenal seminggu lalu di sebuah pentas musik. Ketika itu Kencana berkenalan dengan Jeni, meminta nomor telponnya, lalu berencana untuk makan malam berdua minggu depannya.

Kurang lebih sudah 10 km, Kencana melintasi jl. cahya dengan pelan-pelan. Sekitar 5 wanita yang mengenakan pakaian seksi dan berpose dipinggir jalan raya itu berhasil membuat mata Kencana terlena untuk sementara. Para wanita itu wajah dan body mereka ada yang menyerupai Jupe hingga Luna Maya, tentu dengan kualitas 2 or 3 kebawah.

Sekitar 50 m didepan, pada urutan wanita malam ke enam yang akan ia jumpai di jl. cahya, firasat Kencana kali ini mengatakan kalau ia harus menyempatkan diri untuk berhenti sesaat dan mencoba bertanya. Setidaknya basa-basi dan bertanya mengenai "harga sewa", meski nantinya tidak ingin di "eksekusi".

Kencana menghentikan laju mobilnya lalu membuka jendela mobil. Wanita ke enam itu mulai mendekat, tapi wajah Kencana malah berubah pucat.

Kencana terbata-bata berbicara ke wanita tersebut "Je... je... jeni.. ?"

Note : Foto diambil dari situs bandungholics.blogspot.com


  

Tuesday, May 01, 2012

Surat


Tertulis 3 kata dahsyat dalam selembar kertas seukuran pinset akan segera diberikan Kencana kepada Puspa. Mereka duduk sebangku bersebelahan, tidak terpisahkan sekat apalagi jendela.

Suasana di SMA kelas 2-5 seakan terfokus pada mereka berdua. Padahal pelajaran matematika sedang tegang-tegangnya diajarkan oleh Pak Purnama, guru matematika. Kencana duduk sebangku dengan Puspa dideretan meja kedua.

Kencana merupakan sesosok pribadi yang tidak pandai berkata ucap, ia hanya bisa menuliskannya melalui media pena, apapun itu masalahnya. Apalagi jika hal itu yang menyangkut tentang cinta, pastilah Kencana terbata-bata dalam berbicara.

Kencana sudah tidak tahan lagi. Sudah lama rasa cinta ia pendam didalam hati. Ia ingin segera mengungkapkannya secara langsung kepada Puspa, teman sebangkunya yang cantik jelita, saat ini juga. Beruntung pelajaran matematika saat itu mendukung, dimana semua siswa harus berdiam diri dan memperhatikan dengan seksama pelajaran matematika dari Pak Purnama.

3 kata dahsyat yang ditulis Kencana diselembar kertas itu bertuliskan “Aku suka kamu”. Diberikannya langsung saat itu juga kepada Puspa yang duduk disebelahnya. Seketika Puspa membaca dengan raut muka memerah merona. Hingga akhirnya Puspa tuliskan 1 kata balasan di balik selembar kertas itu dan diberikan untuk Kencana, bertuliskan kata “Ogah”.

Kencana terbata-bata begitu membaca 1 kata balasan dari Puspa. ia tidak mengira Puspa akan menolaknya begitu saja. Wajah Kencana terlihat mau pingsan, keliyengan, seperti maen kora-kora di Dufan.

Puspa menoleh kearah Kencana dengan terkejut, karena ekspresi Kencana sedih dan tidak bahagia. Dilihat tangan kanan Kencana yang masih menggenggam selembar kertas pemberian Puspa tadi. Puspa segera melihat tulisannya sendiri sembari tersenyum sipu dan tau apa yang membuatnya lucu.

Seharusnya Puspa menulis kata “Oyah” bukan “Ogah”. dia segera memperbaiki huruf “y” yang ia tulis seperti huruf “g”, agar Kencana tidak keburu pingsan.


Note :
Makanya jangan cuma percaya tulisan aja, biar gak keliyengan kayak Kencana, hihihihi  

Sunday, April 29, 2012

Tabrakan maut


Ku tancap kecepatan hingga maksimal, lihat kiri kanan tidak ada saingan. Belokan aspal jalan kulalui dengan elegan, postur badan cenderung kekanan, mirip pembalap formula one.

Aku mendekati garis finish, didepan ada belokan kekiri, aku bersiap-siap mengambil posisi, tidak disangka tidak diduga ada kendaraan lain didepan mata,  ada seorang gadis yang mengendarainya. “Gubrak”, begitulah bunyi suaranya. Tabrakan tak terhindari, roda depanku mengenai body kendaraan gadis itu. “Untung saja hanya lecet di body, bukan gadisnya”, ujarku dalam hati.

Aku segera melarikan diri tanpa permisi menuju garis finish yang memang terletak didepan rumahku. Kuparkir kendaraan, ku masuk pintu rumah untuk sembunyi dikamar. Badanku sih bisa disembunyikan, tapi yang tidak dapat disembunyikan hanya wajah pusat pasi ini.

Tidak berapa lama ada seseorang yang mengunjungi orang tua ku untuk bertamu. Mereka seperti menggerutu tentang sesuatu. Mamaku lalu memanggil namaku dengan kencang sembari berujar

“Badu.. sini kamu.. minta maaf sama dona, pemilik sepeda yang kamu tabrak itu”

Aku mulai panik, jangan-jangan itu adalah polisi

“Badu”.. kini teriakan mama ku bertambah lantang. Aku harus menjawab.

“Iya mah”, ujarku, sembari menuju kedepan rumah.

“Lain kali naik sepeda jangan kencang-kencang, nanti dijewer baru tau rasa kamu”, ujar mamaku sembari senyum-senyum malu kearah orang tua dona yang aku kira tadinya adalah polisi.

"Itu, cat putih didepan rumah di hapus, emangnya kamu mau 17 agustusan apa", tambah mamaku yang mengomentari garis finish buatanku didepan rumah.

Mau tak mau aku harus minta maaf. Aku malu menatap wajahnya, wajah si dona, tetangga yang sekaligus teman satu angkatan di SD 05, gadis bersepeda yang tadi aku tabrak dengan sepedaku.

Akhirnya kutundukkan kepalaku lalu berkata “maaf ya”

Palak


Suasana penerimaan siswa baru hari kesatu di SMU 87 jakarta selatan berlangsung semarak. Seluruh siswa siswi baru diorientasi seperti babu. Dandanan rambut siswi-siswinya harus dikepang dua, untuk siswa-siswanya rambut wajib botak pelontos, kalau enggak mau, para senior siap menjotos. Nama masing-masing siswa siswi yang terbuat dari kardus bekas indomie ukuran plat mobil dan di balut tali rafia, harus mereka kenakan selama seminggu ini, entah apa tujuannya, dari sisi positifnya mungkin agar saling kenal antara sesama temannya, sementara dari sisi negatifnya ya siswa siswi baru ini diperlakukan seperti kendaraan roda tiga alias bajaj.

Waktu pukul 12 waktunya istirahat makan siang. Beberapa siswa baru bergegas menuju toilet dekat mushola. Mereka tidak sadar kalau ada seorang senior yang sengaja menunggu didepan pintu. Senior itu memalak siswa baru satu persatu. “Oy botak-botak anak baru!, bagi gw seribu sebelum elo elo ke toilet ye”, ujarnya dengan menghardik. Mau tak mau para siswa baru yang ketakutan itu sebelum ke toilet memberi uang seribu, mereka antri seperti membeli karcis kereta api, tapi diantara gerombolan siswa itu ada satu orang yang tidak membayar, dia yang bernama Badu.

Begitu giliran Badu tiba, bukannya membayar uang seribu malah Badu berujar, “beres dari toilet ya bang”. Senior pun mengiyakannya tanpa menghafal muka, karena masih banyak kepala pelontos lainnya mengantri dibelakang Badu. Badu berhasil melewati tahap satu, disegerakannya menuju toilet, dan melepas kebelet pipis yang melanda.

Badu pintar, setelah beres dari toilet dia keluar dengan santai. Senior itu pun masih ingat masih ada satu orang yang belum memberikan uang seribu. Dia bertanya lagi satu persatu. “Tadi udah bayar belum lu?”, begitu ujarnya setiap ketemu siswa yang beres dari toilet satu persatu. Hingga giliran Badu, Badu berujar, “Udah bang”. Sampai akhirnya semua siswa keluar, senior itu masih geleng-geleng karena lupa siapa siswa yang belum membayar.

Note :
Mangkanya jadi senior harus pintar menghafal muka yah biar tidak ditipu sama si Badu, hihihi..

Friday, April 27, 2012

Nasi sudah jadi bubur


Jalan Asia Afrika depan hotel Savoy Homan sangat ramai dijejali puluhan sepeda motor dan belasan mobil yang parkir didepan kantor pikiran rakyat (Koran harian masyarakat jawa barat). Bubur pikiran rakyat yang berupa gerobak jadul itu mangkal persis didepan pintu masuk kantor pikiran rakyat.

Kencana bersama kedua temannya menikmati sensasi malam kuliner bandung diatas jam 12 malam dengan memesan bubur. Buburnya mempesona lidah pengunjung yang datang dengan kehangatan dan kelembutan berasnya. Mereka bertiga duduk beralaskan dinding pendek yang terbuat dari batu bata, yaitu pembatas pagar, dibelakangnya berjejer pot bunga, penghias kantor pikiran rakyat.

Mereka bertiga berencana melakukan atraksi setelah makan bubur nanti. Yaitu bernyanyi-nyanyi dengan nada falseto (nada acak adut maksudnya –red) di tempat karaoke bernama Vegas di jalan sukajadi.

Kencana diberitahu rekan kerjanya tadi pagi, kalau nanti dia akan ditemani bidadari ketika bernyanyi di Vegas. Itulah yang membuat Kencana dan temannya merasa dikompori dan berapi-api ingin segera pergi ke tempat karaoke ini. Tambahan penjelasan rekan kerja nya, Vegas terkenal dengan fasilitas karaoke serupa dengan nav dan inul vista. Tetapi lebih high class, karena sofa nya tebal dan didesign seperti singgasana untuk ratu dan raja. Selain itu, pengunjung bisa ditemani lady escort (cewek-cewek seksi seperti bidadari) ketika bernyanyi nanti.

Jadiah mereka bertiga buru-buru membereskan menu makan bubur masing-masing. bersegeralah mereka meluncur menuju jalan sukajadi, menggunakan taksi, mengebut kencang tidak permisi.

Sesampainya mereka di Vegas ,kepala ketiga pria ini benar-benar terkompori, panas, ingin segera meledak saat itu juga. Betapa tidak, bayangan dikepala mengenai bidadari diceritakan sedari pagi kini harus melayang pergi karena bangunan Vegas sedang direnovasi.

Bye bye bidadari, hihihi…  

Ketinggalan


Labib pamitan kepada kedua orang tuanya menuju SMP 5 di ciputat, tangerang. Di cium kedua telapak tangan mama papa, sembari mengucapkan “pergi dulu ya”.

Setelah berjalan sejauh 10 m dari depan rumah menuju jalan raya, dia menaiki angkot merah 05 yang akan membawanya menuju SMP 5.

Saat itu masih menunjukkan pukul 06:25 pagi. Hanya 15 menit saja Labib sudah sampai di sekolahnya. Tepat jam 06:40, Labib turun dari angkot, dia segera menusuri anak tangga menuju lantai 3 ruang belajarnya yaitu kelas III-1. Labib menyapa beberapa temannya yang rupanya sedang sibuk mengerjakan soal matematika. Dengan santai Labib berjalan menuju tempat duduk di pojok belakang. Labib sudah mengerjakan PR matematikanya itu semalam. Dibukanya tas punggung ber merk alpina kesayangannya itu. “Eh”, ujarnya dengan khawatir. Labib bolak balik membuka susunan buku didalam tasnya, Ia tidak menemukan buku lembar kerja siswa (LKS) matematika yang semestinya dia bawa.

Labib terlihat panic, PR matematika itu memang harus dikerjakan di LKS, tidak boleh dibuku ataupun diselembar kertas. Guru matematika, yaitu Pak Dibyo akan menghukum siswa yang tidak mengerjakan PR dengan menyuruhnya membersihkan papan tulis selama 3 hari. Labib tidak mau itu terjadi

Labib mengambil langkah jitu, disandangnya kembali tas alpina kepunggung, turun kelantai satu, lalu memanggil mamang ojeg didepan pintu masuk sekolah SMP 5. Labib segera menuju rumahnya kembali bersama mamang ojeg. Begitu sampai rumah, menyapa ibu sebentar, ia langsung menuju kamarnya. Tas nya ia istirahatkan diatas bangku belajar. Labib mencari buku LKS yang akhirnya berhasil ia temukan bukan dimeja belajar, tetapi dibawah bantal kasur. “Pantas saja gak aku bawa kesekolah, gara-gara semalem ngerjain tugas di kasur nih jadi kelupaan LKS ku”, ujarnya sambil sewot dan ngedumel.

Mama Labib, yang memperhatikan gerak-gerik anaknya menyuruh Labib segera berangkat lagi kesekolah agar tidak telat. Ditambahkannya uang saku Labib oleh mamanya untuk mamang ojeg yang sengaja menunggu didepan pintu rumah Labib. Labib pun langsung pamit sambil menggenggam LKS nya di tangan.

Perjalanan hanya 5-10 menit saja dengan menggunakan ojeg. Labib sudah tiba disekolahnya tepat pukul 07:00, ditandai dengan bunyi lonceng sekolah. Labib pun akhirnya sampai kembali didalam kelasnya dengan tenang karena kini tidak perlu khawatir dengan guru matematikanya yang galak.

Matematika itu pelajaran kedua hari ini, yaitu pukul 09:00 pagi. Pelajaran pertama pukul 07:00 pagi adalah bahasa Indonesia. Muka Labib terlihat panik kembali. Kali ini bukan karena PR matematika. Tapi tas alpina kesayangan Labib yang berisikan semua buku-buku pelajaran hari ini, termasuk buku bahasa Indonesia, kini tertinggal dirumah.  

Wednesday, April 25, 2012

Picing


Ubin-ubin lantai keramik yang menggantikan fungsi aspal di jalan braga; jalur wisata kota tua arsitektur belanda di bandung, mulai pecah kotak demi kotak karena derasnya hujan di wilayah kota.

Kencana melanjutkan tempat spend time selanjutnya di jalan braga. Dia menuju braga huis, tempat favorit menghabiskan malam-malam dingin dengan membeli secangkir kopi Aceh gayo yang disajikan dalam gelas french press.

Malam ini ia tidak sendiri, datang bersama temannya yang bernama Randi; TKI dari Arab Saudi yang kebetulan sedang libur dan ingin spend time juga di bandung.

Braga huis, berdesign interior bata-bata putih dan berlangit tinggi joglo. Tempat duduknya ada yang berupa sofa dan ada juga berupa kayu yang terbuat dari pohon meranti. Di dindingnya terdapat berbagai macam figura foto unik yang yang merajuk quote dari penyanyi terkenal masa lalu, seperti John Lennon dan Bob Marley. Susunan lampu-lampu kecil bersinar kuning menerangi beberapa sudut, memberikan kesan tempo dulu sekali dalam café ini.   

Kencana dan Randi memilih duduk di sofa pojok kiri yang terlihat dari pintu masuk; dekat dengan meja bar dan receptionist yang dibelakangnya terdapat susunan bir dan gelas penyajian kopi. Mereka saat itu berbicara tentang wanita, topik yang tidak pernah ada habisnya dikalangan pria. Di pesannya french toast sebagai pelipur lidah dan perut.

Diseberang mereka terdapat beberapa meja. 2 meja diisi pasangan belanda tua yang senang minum bir Carlsberg dan 1 meja berkursi sofa diisi oleh gerombolan pegawai swasta sebuah bank. Terlihat dari pakaian mereka yang menggunakan blazer hitam dan kemeja. Gerombolan itu terdiri dari 4 pria dan 5 wanita.

Tatapan salah satu wanita mengarah persis kedepan Kencana dan Randi. Beberapa kali wanita itu memicingkan mata, seolah memberikan tanda kedip mata sebelah, yang menunjukkan kesan menggoda pria. Kencana memprediksi, wanita itu salah satu dari wanita yang tidak mempunyai pasangan. Randi mengangguk-angguk saja sebagai tanda setuju.

Obrolan bersama Randi seketika berubah tentang wanita tanpa nama yang memicingkan mata tadi. Segala macam dipikirkan mengenai bagaimana caranya untuk mengenal wanita itu, mulai dari membelikan minum, berkenalan melalui waiter, hingga mendeteksi nama menggunakan zona wifi. Sayang semua ide tidak ada yang dieksekusi hingga waktu menunjukkan jam 1 pagi.

Braga huis mulai undur diri. Para tamu diusir sopan perlahan dengan menggunakan bill yang ditagih ke masing-masing meja.
Wanita tadi itu masih menyimpan tanda tanya bagi Kencana dan Randi.
Kenapa wanita tadi memicingkan mata?.

Tidak sengaja Kencana dan Randi keluar pintu braga huis dalam yang waktu bersamaan dengan para pegawai bank, termasuk wanita yang memicingkan mata tadi. Di palingkan muka Kencana tepat diwajah wanita itu, Kali ini jaraknya sangat dekat hanya beberapa centi, tidak seperti sebelumnya yang jauh sekali. Betapa kagetnya Kencana begitu melihat sepasang mata wanita itu tidak serupa satu sama lainnya. Satu agak picing, yang membuatnya seakan-akan mengedipkan sebelah mata dan satu lagi matanya normal-normal saja.

Beruntung rencana berkenalan tidak sempat dieksekusi, kalau tidak, tentu Kencana dan Randi akan kecewa karena terlalu ge-er memahami wanita tadi.

Note :
Tips untuk pria
1.    Jangan gampang ge-er
2.    Lihatlah wanita dari jarak dekat, wkwkwk… 

Putaran ke-8


“Ayo cepat.. cepat..”, ujar pelatih lari Kencana dengan kerasnya menggunakan toa.
“Kencana.. kencana… kamu ganteeng deh”, diimbangi teriakan puluhan wanita yang berada dipinggiran lintasan atletik olimpiade untuk menyemangati Kencana.

Peserta lain berada didepan Kencana. Kencana ingin menjadi juara olimpiade hari ini, dia tidak mau menunggu hari esok untuk menjadi juara.

Kencana lalu melaju, lari mendayu-dayu sekuat tenaga. Kakinya sudah mengeras, otot-otot seperti mau mengelupas. Ini putaran terakhir bagi nya dihitungan ke-8 dalam perlombaan lari olimpiade tingkat dunia. Dia tidak mau melewatkan kesempatan terakhir, dilibaslah semua deretan peserta lain hanya dalam beberapa detik saja.

Akhirnya garis finish tercapai, teriakan puluhan wanita dan pelatih lari yang sejak putaran 1 hingga putaran 8 menyemangati Kencana mulai berhenti begitu Kencana menghentikan lari dan berjalan kaki.

Para peserta lain yang notabene terdiri dari anak-anak, dewasa hingga orang tua adalah saingannya Kencana. Di lintasan terluar terdiri dari kakek-kakek tua yang jalan kaki tergopoh-gopoh, malah ada yang memakai bantuan tongkat penyangga untuk berjalan. Di lintasan terdalam dihuni oleh para pemuda pemudi yang berlari-lari kecil sembari mengenakan earphone music ditelinga kiri dan kanan mereka. Muda mudi ini bergaya modis, celingak celinguk kepala memperhatikan sekelilingnya kalau-kalau ada yang menarik bagi indera mata dan nafsu birahi. Di lintasan tengah, banyak anak-anak yang didampingi orang tua nya bersenda gurau sembari berlari.

Ya, ini adalah putaran terakhir ke-8 nya di lapangan sabuga. Teriakan para wanita dan suasana olimpiade itu hanya ilusi yang diciptakan di dalam otak Kencana.

Monday, April 23, 2012

Spend time


Spend time

Kencana menghisap sebatang rokok tipis berlogo avolution hingga menohok kedalam kerongkongan. “uhuk.. uhuk..arrg…”, di keluarkannya rasa batuk yang gatal itu dari tenggorokan.

Ia masih duduk disana termenung untuk sekian menit selanjutnya. Posisinya menghadap ke jalan merdeka; starbucks coffee, deretan meja terluar smoking area, beratapkan payung canopy. 1 meja terdiri dari bangku berjumlah 3 buah. Ia memilih duduk di bangku tengah,
Dimejanya terdapat majalah tempo terbitan terbaru minggu pertama bulan April, sebungkus rokok avolution dan kopi Americano ukuran tall yang dicampur 3 sachet gula untuk memaniskan rasa asam kopi robusta. Satu batang rokok yang membuatnya terbatuk tadi masih ia genggam; ukuran batangnya tinggal setengah.

Halaman cover majalah tempo itu masih tetap berada diposisinya, covernya berjudul “Tangan Jakarta di Serambi Mekah”. Asap nikotin masih mengepul-ngepul dari tenggorokan dan hidung Kencana. Tidak mau Kencana menyentuh majalah tempo sebelum rokok digenggamannya habis. Pikirannya masih melaju melawan arah jarum jam. Tatapannya masih kedepan melihat lalu lalang kendaran roda dua dan empat yang melaju tanpa kenal waktu. Di ingat-ingatnya kegagalan yang melanda siang hari tadi mengenai bisnis nya tidak berjalan kemana-mana,

“Fiuuuh..”, dihembuskan asap rokok untuk kesekian kalinya…   

Jalan merdeka pukul 5 sore itu padat. Bandung Indah Plaza sebagai pintu gerbang jalan merdeka menjadi saksi bisu puluhan pejalan kaki dan penghuni angkot. Tempat pemberhentian sementara beratus-ratus muda-mudi yang turun dari segala penjuru kota bandung dan kabupatennya.

Tepat disebelah meja Kencana, datanglah dua orang wanita yang bersegera duduk. Satu bule dan satunya pribumi, mereka berdua menggenggam minuman anti kopi. Berbicara dalam bahasa inggris yang terbata-bata. Kencana menguping sembari berpura-pura memperhatikan kendaraan dan pejalan kaki yang lalu lalang.

Wanita bule itu tinggi, berwajah standar, berambut pendek pirang, bukanlah tipe Kencana yang sedari dulu hanya menyukai perawakan sunda.

Satunya wanita pribumi, berambut hitam panjang yang dikuncir kebelakang, dan yang paling berkesan adalah wajahnya yang kesundaan; kulit kuning langsat, hidung mancung, bola mata hitam dan berbibir tebal merah merona.  

“Geulis pisan, mojang bandung nih pasti….”, lanjut Kencana dalam hati. Pikirannya kali ini tidak lagi gundah, otaknya mulai bergerilya memikirkan bagaimana caranya berkenalan dengan wanita berwajah sunda itu. Dilupakannya urusan bisnis untuk sementara waktu.

Sampai akhirnya kesempatan itu tiba. Wanita bule pergi, meninggalkan wanita sunda seorang diri. Kencana masih ragu, apakah maju atau tidak maju..Jarak Kencana dengan wanita yang hanya 1 meter saja itu terasa makin jauh. 1 meter terasa 1 kilometer, 1 detik terasa 1 jam. Tik tok tik tok waktu berganti detik menanti keputusan Kencana. Sembari menata resleting celana jeans dan merapikan kerah polo shirt warna hitamnya, Kencana lalu memutuskan untuk maju. Dia tidak mau melewatkan kesempatan didepan mata. “Saya pasti bisa”, ujarnya dalam hati.

Kencana segera mematikan puntung rokoknya, bangun dari kursi dan berpindah posisi menuju meja sebelah. “Hey mbak, bisa saya bergabung satu meja?”. Ujar Kencana dengan senyum sumringah di pipi.

“Boleh, silahkan.. santai saja”, wanita sunda itu menjawab dengan lemah lembut sembari membuka telapak tangan kiri, sebagai tanda mempersilahkan untuk duduk.
Kencana melihat sekelibat di tangan kiri wanita itu kalau ada cincin yang tertampang di jari manis kirinya. Mata cincinnya menyerupai diamond berwarna hitam, dikelilingi warna keemasan, pertanda itu terbuat dari emas.

“Ah, bukan cincin tunangan”, “Tapi itu bisa juga dianggap sebagai pertanda tunangan”. Kencana menghiraukan pikiran yang rumit dikepalanya itu. Ia segera menanyakan nama sembari menjulurkan tangan kanan, “Perkenalkan saya Kencana, nama kamu siapa?”

“Nama saya Diana”

“Tadi temannya bule yah?”

“Iya, bule jerman”

“Kamu kuliah atau kerja”

“Kuliah”

“Kuliah dimana?”

“UPI”

“Jurusan apa?”

“Sastra jerman”

Berondongan pertanyaan berderet diajukan Kencana. Iya tidak sadar sudah 5 menit berlalu tanpa pertanyaaan balik dari Diana.

Kencana mulai ragu melanjutkan obrolan karena pertanyaan hanya bertepuk sebelah tangan. Dia sebenarnya tahu kalau ini adalah pertanda bagi dia untuk mengambil langkah seribu dari meja itu. Tapi rasa penasaran tetap melanda, “daripada memikirkan bisnis, lebih baik dia memancing lagi kata-kata dari Diana”, lanjutnya dalam hati.

“Kapan kamu wisuda”

“Tahun depan mungkin”

“Terus..

“Terus..

Pertanyaan sesi kedua tetap tidak berbalas. Kali ini Kencana pikirannya tambah ruwet saja. Bisnis dan wanita menjadi dua cabang yang tidak ada ujungnya.

“Oke deh, saya permisi dulu yah”, Ujar Kencana sebagai pertanda kegagalan dia kedua kalinya, setelah bisnis, kali ini adalah wanita. Kencana melangkah pergi meninggalkan meja menuju tempat spend time selanjutnya.


Note :
Kisah ini terinspirasi dari kejadian nyata yang berulang-ulang kali melanda para pemuda-pemudi Indonesia yang adrenalinnya masih tinggi dan tidak memperhatikan tanda-tanda didepan mata.

Tips buat cowok:
1.    Berkenalan lah dengan wanita yang tidak menggunakan cincin di jari manis, berlaku untuk tangan kiri dan tangan kanan.
2.    Sudah tau pertanyaannya bertepuk sebelah tangan, ngapain di lanjutkan?, wkwkwkwkw…

Tips buat cewek:
1.    Kalau kamu pengen dideketin oleh cowok, jangan menggunakan cincin dijari manis mu yah, berlaku untuk tangan kiri dan tangan kanan.
2.    Sudah tau bertunangan, ngapain mempersilahkan cowok untuk duduk bersebelahan?, kacaauu woooo……………

Handuk basah


“hihihihi..”, tertawa cekikik si badu, sembari menyembunyikan raut mukanya kearah lain dari seorang pemuda pemula.

Pagi itu seperti biasa badu melakukan gerakan angkat beban di lokasi fitness kesayangannya di hotel jayakarta. Sudah 2 bulan terakhir berat badan badu turun 8 kilogram. Ini berkat kegiatan barunya setiap pagi di klub arena, tempat fitness dan olahraga di hotel jayakarta.

Suasana klub arena masih sepi. Hanya ada 3 orang disana, termasuk badu. Setiap kali latihan badu membawa sebuah handuk kecil, yang akan dia usap kedahi, leher, ketek hingga dada untuk meresap keringat yang melanda. Latihan dada dan bisep sudah dilakukan, badu sudah keletihan. Diletakannya handuk kecil yang kini telah basah di alat bench press (alat untuk latihan dada).

Datang seorang pemuda pemula, dia hanya bermodalkan kaos oblong berlagak model l-men, tidak membawa handuk kecil, tapi bertampang sok belagu. Badu yang sedang istirahat melihat pemuda itu, ia langsung melengos kearah televisi yang terpampang diruang tengah sembari ngedumel dalam hati dan bersuara kecil “sok sekali tuh anak”.

Pemuda pemula itu memulai latihan dengan pemanasan yang basi. Kepala digoyang atas bawah, goyang pinggang kanan kiri hingga di akhiri sit up. Ketika hendak memulai sit up, pemuda itu clingak clinguk kanan kiri, tampaknya ia mencari sesuatu. Handuk basah nya badu rupanya menjadi incaran, Badu melihat itu, terheran dan memilih berdiam diri dan tidak diambil hati,” toh mungkin untuk membersihkan sesuatu”, ujar badu dalam hati. Di ambilnya handuk oleh pemuda pemula itu, lalu ia mengusapkannya tepat kemukanya.

Ekspresi pemuda pemula mulai ternganga, hidungnya mulai dipicingkan karena merasakan bau yang sangat bau dan tidak biasa di rasa. Pemuda itu seperti mau muntah, sampai akhirnya badu tidak tega dengan segera menghampiri pemuda itu dan berkata

“mas ini handuk saya”

Friday, October 07, 2011

Day 7 : Insyaf

"7 Hari menulis cerpen"

Judul : Insyaf

“Kring.. kring.. olala”, itu adalah bunyi suara handphone nya Raymond, pertanda seseorang menelpon. Ring tone itu dia ambil dari suara nya Pepen (penyiar –red) pada acara Jari-jari di RCTI, life quiz yang sangat terkenal di televisi pada tahun 90-an.

“Halo”, jawab Raymond

“Halo mas, saya liat iklannya mas nih, jualan susu kambing segar ya?”, Tanya seorang wanita yang menelpon Raymond

“Iya mbak, berminat kah?, Tanya balik Raymond

“Iya mas, berminat banget, bisa diantarkan hari ini juga gak mas?, ukuran yang 5 liter ya, ke Hotel Indonesia Kempinski di bundaran HI”

“Oh oke mbak, nanti sore jam 4-tan gak apa-apa yah mbak?”.

“Oke, no problem”, ujar wanita itu lalu mengakhiri pembicaraan

Raymond senang bukan kepalang. Akhirnya ada juga pelanggan yang memesan setelah 2 minggu tidak ada order-an. Selama ini, dirinya sudah beberapa kali ditelpon banyak orang, tetapi kebanyakan hanya bertanya saja mengenai produk susu kambingnya.

Susu kambing milik Raymond sudah diiklankan diberbagai media. Mulai dari Koran Poskota, terminal bis ibukota hingga internet di dunia maya, terutama melalui facebook.

Di iklan susu kambing nya ada tulisan “Jaminan susu segar 100 %”. Disitu dijelaskan, “Setiap ada pesanan, proses memeras susu kambing-kambing betina dilakukan saat itu juga”. Ide yang fantastis dan juga nyeleneh ini dilakukan Raymond untuk memikat para konsumen.

Raymond saat ini punya 50 kambing betina, dan 5 kambing jantan. Peternakannya berada di kapuk muara, Jakarta utara. Seluruh kambingnya di import dari Garut. “Import bukan hanya antar Negara, tapi antar kota pun bisa”, prinsip Raymond

Baru pertama kali inilah Raymond mendapat pesanan. Setelah ditelpon pagi tadi, Segera Raymond menuju kandang. Diraba-raba dada para kambing betina, sambil disiapkannya botol aqua sebagai penadah.

“Mbee… ”, begitulah suara kambing betina begitu diperas susunya oleh tangan Raymond. Untung saja Raymond ini mantan pemain BF (bokep film –red) di jaman mudanya. Sehingga dia tau persis gimana caranya memperlakukan wanita, dan secara tidak langsung berhubungan dengan kambing betina.

Ya, Raymond sebelumnya aktor bokep (porno –red), dan sekarang sudah insyaf. Dia lelah hidup bergelimang harta, dikelilingi para wanita tapi hatinya tidak bahagia. Didalam sanubari (hati terdalam –red) nya, Raymond merasa kosong dan sendiri. Sampai suatu hari, dia mendapati temannya Reynaldy sesama aktor bokep meninggal dunia. Seluruh media televisi, majalah dan radio memberitakan dengan gamblang “mantan aktor bokep meninggal dunia”. Raymond sangat malu melihat berita itu, dan membayangkan kalau dirinya saat itu adalah Reynaldy. Sejak peristiwa itu, Raymond bertekad, tidak ingin dikenal sebagai aktor bokep ketika meninggal dunia nanti.

Satu bulan lalu Raymond telah banting setir sebagai pengusaha susu kambing. Banyak teman-temannya sesama artis yang mencibir dan bahkan menjauhinya. Salah satu teman wanitanya bahkan berkata, “semoga gak laku usahanya”. Tapi hati Raymond sudah kuat, dia tak peduli dengan kata-kata mereka

Kini, senyuman terpancar dengan jelas di wajah Raymond, hatinya senang karena ada orderan. Diperasnya susu kambing-kambing betina itu dengan rasa bahagia, lalu disiapkan motor untuk mengangkut susu dari Jakarta utara ke hotel Kempinski untuk bertemu konsumen pertamanya.

Note :

Kelanjutan kisah Raymond dan Wanita di hotel kempinski tidak diceritakan disini. J

Thursday, October 06, 2011

Day 6 : Kamar Panji

"7 Hari menulis cerpen"

Judul : Kamar Panji

#Cerpen mini

Secercah cahaya berwarna kuning perlahan-lahan memasuki kamar tidur Panji melalui lubang fan diatas jendela, pertanda matahari sudah terbit 45 derajat dari arah timur. Kamarnya Panji saat itu berantakan, 5 kaleng minuman berserakan.

Sejak kemarin malam sampai jam 9 pagi ini dirinya tidak pernah keluar kamar.

Sebelumnya pada jam 8 malam, setelah pulang dari supermarket, Panji membawa Diana kedalam kamarnya. 5 kaleng coca cola dan susu panda sudah dihabiskan sembari menonton film tentang cinta.

Ya, Panji semalaman tidur didalam selimut bersama Diana, bantal yang baru dibelinya di supermarket, bersama satu keranjang berisi coca cola dan susu panda .

Wednesday, October 05, 2011

Day 5 : Cinta

"7 Hari menulis cerpen"

Judul : Cinta

~Setiap hari jantung Danang berdetak kencang. Dia selalu berpikir bagaimana caranya mengatakan suka dengan Diana.

“Cinta lokasi.. cinta lokasi.. cinta lokasi.. bisa saja terjadi”, nyanyian lagu project pop yang dilihat dari situs Youtube itu seakan mengembalikan ingatan cinta pertama Danang.

5 tahun lalu dikelas 6 SD dia pernah merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada siswi bernama Diana. “Oh diana”, ucap Danang didalam hati. Teringat olehnya rambut ikal berwarna merah, kulit putih dan hidung mancung keturunan Belanda.

Ketika merasakan jatuh cinta, setiap hari jantung Danang berdetak kencang. Dia selalu berpikir bagaimana caranya mengatakan suka dengan Diana.

Ya, bagi anak kelas 6 SD, perkataan “suka” itu bisa diibaratkan dengan pernyataan cinta. Bukan seperti salah satu lagu project pop yang berjudul “cinta lokasi”. Rasa yang dialami Danang masih -hinggap dihati (selayaknya reff lagu “burung kakak tua -hinggap dijendela..”) hingga saat ini ketika dia sudah beranjak kelas 2 SMA.

Pada saat itu, dikelas 6A, guru bahasa Indonesia yang bernama Pak Tri sedang malas-malasan mengajar. Dibiarkannya kosong ruangan kelas selama 2 jam lamanya.

Danang, Diana dan kawannya yang berjumlah 40 orang sangat senang dengan kondisi itu, mereka pun bercanda tawa dan berisik tentu saja.

Diwaktu kelas kosong tersebut, mereka mengadakan permainan bersama yang bernama “Katakan cinta”. Cara permainannya, setiap siswa dan siswi mengumpulkan kertas yang bertuliskan namanya masing-masing, lalu kertas itu dimasukkan kedalam toples, dan dikocok. Nama yang terpilih, harus menyatakan cintanya saat itu juga kepada lawan jenisnya didepan kelas. Semua anak sangat bersemangat akan ide itu. Dan, sebenarnya ide itu sendiri datangnya dari Danang, yang sekaligus berprofesi sebagai ketua kelas 6 A

Rencana permainan ini sudah disiapkan Danang sejak sebulan lalu, terinpirasi boomingnya reality show “Katakan cinta” di stasiun televisi RCTI, padahal saat itu dia masih kelas 6 SD, tapi tontonannya untuk anak SMA. Danang berencana mengocok sendiri kertas yang dikumpulkan didalam toples, lalu berpura-pura kalau namanya lah yang disebut dikertas itu. Keinginannya cuma satu, yaitu mengutarakan cintanya kepada Diana didepan kelas

Setelah siswa siswi selesai menuliskan namanya masing-masing diselembar kertas dan mengumpulkannya ke toples yang dipegang Danang. Permainannya pun dimulai. Danang berdiri didepan kelas. Dia mulai mengocok toples, lalu mengambil satu lembar kertas dengan mata tertutup. Begitu matanya terbuka, pura-pura dilihatnya lembaran kertas itu, lalu dia memberi pengumuman kepada teman-temannya “Yup, yang beruntung kali ini adalah Danang”, “Saya sendiri”, “Hohoho..”.

Sepersekian detik di ruangan kelas 6A tidak ada suara. Teman-teman Danang curiga, karena setelah menyebut namanya sendiri, kok Danang malah tertawa “Hohoho..”, semestinya Danang tertawa “Hahaha.. “.

Bagi anak SD saat itu, tertawa “Hohoho..” itu ibaratnya tokoh paman gembul dalam majalah bobo yang suka berbohong.

Tidak berapa lama, siswi-siswi cewek bersorak kearah danang “Masasi masasi masasi..”, “Masasu..”. Sengaja mengucapkan akhiran “su”, agar bisa berpose mulut manyun.

Para siswa cowok pun berusaha menandingi, mereka juga bersorak kearah Danang “Eh yang bo’ong lu! “. Sama-sama akhiran “u”, dan tidak lupa anak-anak cowok itu berpose manyun. Padahal yang semestinya mereka ucapkan adalah “Eh yang bener lu”.

Suasana kelas terus berisik, sampai akhirnya Diana maju kedepan kelas dan mengambil kertas yang dipegang Danang. Diana lalu membaca kertas itu dan langsung melirik kearah Danang dan teman-teman lainnya dikelas sembari berkata “Ihhhh.. Danang bo’ong ihh…” , “Nama yang dikertas ini adalah Panji loh teman-teman”, “Yuk, sorakin Danang yuk..”.

Semua siswa siswi lalu menyoraki Danang secara bersama-sama mirip paduan suara dalam Upacara Bendera, yang kali ini diiringi Diana sebagai dirijen nya . “Sorakin Danang…”, “wooo..”, “sekali lagi..”, “woooo….”.

Permainan “Katakan cinta” berlanjut. Panji akhirnya yang maju ke depan kelas dan menyatakan cintanya keseseorang. Sebelumnya, setelah disoraki, Danang wajahnya memerah, tertunduk malu, lalu duduk kembali ketempat duduknya.

Danang, masih saja mengingat peristiwa kelas 6 SD itu hingga sekarang.

Yang terjadi 5 tahun lalu, bukanlah Danang yang menyatakan cinta, tapi tak terduga malah Panji yang mengucapkan kata cinta ke Diana. Gayung cinta pun bersambut, Diana juga menaruh hati ke Panji. Kini Diana dan Panji sudah berpacaran 5 tahun lamanya, mereka berencana menikah setelah lulus SMA nanti.

Note :

Danang menyesal telah berbohong dan menyesal kenapa tidak menyatakan cintanya jauh-jauh hari.

Tuesday, October 04, 2011

Day 4 : Dansa

"7 Hari menulis cerpen"

Judul : Dansa

~Temanya mereka ditahun ini adalah “Dansa disko bersama Mojang-mojang Thailand”.

Carunpat, restoran berkonsep semi bar saat itu sangat ramai dan full book. Waktu menunjukkan pukul 11:00 malam dan waktu untuk makan malam pun sudah lewat. Pengunjung 85 % umumnya berasal dari warga negara Indonesia. Sebagian duduk bersama di meja makan dan puluhan deret tempat duduk yang berhadapan dengan meja bar. Selebihnya, memilih berdiri-diri di dekat panggung utama. Restoran ini terletak di lantai 7, FX Plaza, ujung akhir Jalan Sudirman Raya. Menyajikan makanan khas Asia Tenggara. Seperti tom yam dari Thailand, Nasi lauk rendang khas ala minang, serta sate rusa asal Brunei. Minumannya pun aneka rupa alkohol seperti bir, whisky, gin, vodka, white wine dan satu minuman yang paling favorit untuk menemani bergoyang dangdut bersama, apalagi kalo bukan anggur merah (Judul lagu dangdut dinyanyikan oleh Meggy Z–red)

Sabtu ini ramai, karena akan ada acara pesta dansa yang dimulai tepat pukul 12 malam. Setiap pengunjung yang datang bisa memilih pasangan dansanya yaitu model-model cantik yang langsung didatangkan dari Thailand. Wanita-wanita itu berkulit sawo matang, wajahnya cantik menawan, mirip Tata Young (Penyanyi asal Thailand –red) dan body mereka serupa dengan top model Indonesia yaitu Indah kalalo.

Pantas, banyak pria-pria pekerja kantoran hari sabtu itu mengaku sedang ada urusan penting ke pasangannya masing-masing, mereka hanya beralasan untuk bisa menghadiri pesta dansa yang diadakan setahun sekali oleh Carunpat resto & bar. Temanya mereka ditahun ini adalah “Dansa disko bersama Mojang-mojang Thailand”. Kalangan pekerja itu kebanyakan adalah pegawai kantor asuransi, salesman, pegawai bank hingga konsultan bangunan yang kantornya di sekitaran bundaran HI, mega kuningan dan SCBD .

Salah satu dari mereka bernama Dedi. Pemuda betawi asli. Sinetron favoritnya adalah si doel anak sekolahan (sinetron terkenal tahun 90an -red). Dia adalah fans beratnya Rano karno (aktor pemeran sinetron si doel –red). Datang ke Carunpat resto atas se-izin pacarnya bernama Moni. Sengaja dia memacari Moni, karena namanya mirip-mirip Maudy koesnaedi (aktris pemeran zaenab dalam sinetron si doel –red). Dedi mengaku hari ini kepada Moni akan menginap dirumah Cahyadi. Cahyadi, tukang makan, berperut buncit, rambut sisir belah tengah, merupakan gacoan (teman dekat –red) nya Dedi sejak SMA sampe sekarang mereka sama-sama bekerja di Bank Mentari. Mereka saling menjaga komitmen satu sama lain. Apabila suatu hari pacarnya Dedi bertanya “kemana kah Dedi dimalam minggu?” kepada Cahyadi, Cahyadi selalu menjawab ada dirumahnya dia, begitu juga dengan sebaliknya.

Sejak jam 10 malam, Dedi sudah berada di antara deretan bangku meja bar. Menghabiskan 2 gelas whisky dicampur pepsi. Baru dua gelas takaran double, dia sudah mabuk judi, seperti lagu dangdut rhoma irama yang bunyi reff nya “Judiiiiiii..” , lalu ada suara melodi gitar “teeet…”.

Acara dimulai tepat jam 12 malam. Lampu kedap-kedip diiringi dentuman lagu “On the floor” nya Pitbull and J-lo mulai mengiringi acara pesta dansa. Model-model cantik asal Thailand mulai berlenggak lenggok di panggung utama, sambil memamerkan pakaian seksi mereka. Para pria termasuk Dedi yang sudah sempoyongan akibat minuman alkohol, langsung bangkit dari tempat duduknya dan mengerubungi panggung utama seperti semut ingin memakan gula.

Setiap pengunjung pria berhak mengajak satu wanita, tetapi wanita Thailand itu bisa menolak dengan sesukanya kalau tidak suka dengan tawaran pria. Semua itu tergantung deal antara kedua belah pihak. Sanggup bayar berapa si pria untuk berdansa dengan si wanita.

Beruntung sekali, Dedi langsung mendapat pasangannya tanpa harus deal mengenai harga. Saat itu ia tidak dapat melihat dengan jelas seperti apa rupa sang wanita, karena saking sempoyongannya dia setelah minum whisky dan matanya pun mengalami rabun dekat, tidak dapat melihat jarak dekat.

Dedi lalu berdansa di tengah panggung utama. Dia bergaya seperti orang hutan di tiang dansa, sementara pasangannya bergaya seperti penari ular asal Banten. Betul-betul mirip atraksi hewan di kebon binatang ragunan ataupun Surabaya.

Sudah 2 jam lebih mereka berdansa tanpa henti diiringi dentuman lagu disko.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah tidak sadarkan diri, dan sekarang sudah berada di rumah Moni, pacar Dedi.

Dedi dan pasangan dansa nya saat itu tidur berpelukan di kasur yang sama.

Moni yang ingin melampiaskan amarah dan tidak sabar menunggu mereka berdua bangun, akhirnya mengambil se-ember air dari kamar mandi dan disiramkannya air itu ke muka Dedi dan pasangan dansa-nya. “Byuur..”, begitulah suara air yang mengenai muka Dedi.

Dedi dan pasangannya terbangun, terkaget-kaget dan saling menatap satu sama lain lalu mengucapkan “Aaaa uwwwoo… uwooooo…”, layaknya adegan tarzan bertemu ular di hutan rimba…

Rupanya pasangan dansa Dedi semalam tadi adalah Cahyadi, yang juga sama-sama mabuk Judi. Cahyadi saat itu duduk disisi yang berbeda dengan Dedi. Mungkin karena jodoh, dua-duanya mabuk dan malah bertemu jam 12 malam di atas panggung.

Sebelumnya di lantai dansa pada pukul 3 pagi mereka berdua pingsan, lalu pihak Carunpat mengirim mereka berdua ke rumah Moni. Pihak Carunpat dapat menghubungi Moni karena nomor telpon nya berada di calling list teratas handphone Dedi dan Cahyadi.

Note :

Para pria, jangan berdansa dengan teman pria nya ya. Kalau mau berdansa lebih baik dengan pasangannya yang wanita J

Siapkan calling list teratas adalah seseorang yang paling dekat dengan anda J

Carunpat merupakan plesetan nama salah satu tempat di FX plaza J

Monday, October 03, 2011

Day 3 : Pertandingan Bulutangkis di RT 03

Day 3 :

“7 Hari menulis cerpen”

Judul : Pertandingan Bulutangkis di RT 03

~“Smash!”, “Hajar!” ,teriakan penonton mulai bergemuruh. Sampai-sampai ada bapak-bapak yang berteriak kata “Sikat!” dengan lantang. Sepertinya teriakan itu ditujukan untuk istrinya yang berada disisi lain lapangan

Suasana 17 agustus di kelurahan gajayana RT 03 sangat ramai. Para balita, pemuda, anak kecil, ibu-ibu hingga kakek renta bersiap-siap mengikuti aneka perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia 17-an. Ada pertandingan panjat pinang, memasukkan gundu kedalam botol aqua, sampai adu ketangkasan seperti panco pun ada. Satu-satunya yang paling istimewa dan disukai oleh warga RT 03 dalam 17-an kali ini adalah bulutangkis. Dan terbukti dengan antrian pendaftaran paling panjang ada di ajang pertandingan bulutangkis.

Kenapa istimewa?, sampai 30 orang mendaftar utk pertandingan bulutangkis?. Sebab peralatan yang digunakan dalam pertandingan bulutangkis ini harus berbeda-beda antara satu peserta, dengan peserta lainnya.

Tidak hanya kaum adam yang mendaftar bulutangkis, banyak pula ibu-ibu dan janda-janda muda turut serta mewakili kaum hawa.

Dari 30-an peserta itu hanya ada 4 favorit juara. Keempat orang ini dikenal sudah mumpuni dalam dunia perbulutangkisan di RT 03 kelurahan gajayana.

Profil yang pertama adalah Ariul. Pengangguran berumur 30 tahun. Gayanya benar-benar mirip Ariel Peterpan (Vocalist Band –red) dalam bernyanyi. Kecuali, Ariul yang satu ini masih bujangan karena gak laku-laku, dan pacarnya tentu saja bukan Luna Maya. Dia sering bernyanyi membawakan lagu peterpan di perempatan jalan diiringi genjrengan gitar akustik nya yang bermerek “yammaha”. “M” nya ada dua, karena ini memang bukan gitar yamaha, tapi ini gitar buatan Taman Puring (pusat barang bekas di Jakarta –red).

Hobinya diwaktu sore adalah bermain bulutangkis. Tentu saja dengan menggunakan bagian belakang gitar untuk memukul cocks (bola dalam permainan bulutangkis –red). Soalnya kalau memakai bagian depan gitar, nanti cocks nya bisa nyangkut didalam lubang senar.

Profil yang kedua adalah Pak Tino. Penjual nasi goreng yang sering mangkal di pinggir lapangan bulu tangkis RT 03. Nasi goreng nya terkenal dengan sebutan nasi goreng bulu ayam. Karena para pembeli maupun pelanggannya seringkali menemukan adanya bulu ayam di nasi goreng yang disajikan oleh Pak Tino. Ya tentu saja, sebab Pak Tino ini sering memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain bulu tangkis menggunakan wajan penggorengan yang sekaligus ia gunakan untuk menggoreng nasi. Bulu ayam pada bagian cocks bulutangkis baik itu terbuat dari plastik maupun asli , sering tersangkut dan lengket di wajan penggorengan.

Profil yang ketiga dan keempat adalah pasangan suami istri yaitu Pak Sailendra dan Bu Jumairah. Pak Sailendra merupakan sales produk ember plastik, yang embernya itu berwarna hitam dan biasa digunakan untuk tempat menyikat sambil mencuci pakaian. Istrinya, Jumairah adalah penyanyi latar group keroncong ibu-ibu RT 03, dan biasa memegang rebana. Seperti Ariul dan Pak Tino yang menggunakan perlengkapan untuk bermain bulutangkisnya masing-masing, pasangan suami istri ini pun menggunakan ember dan rebana untuk bermain bulutangkis.

Alkisah, Pertandingan sudah mencapai babak semi final. Mempertemukan Pak Tino melawan Ibu Jumairah. Dan Ariul melawan Pak Sailendra. Bu Jumairah berhasil mengalahkan Pak Tino dengan telak, dua set tanpa balas. Ini disebabkan wajan penggorengan milik Pak Tino mulai bapuk, tidak memantul dengan sempurna. Wajannya ini mulai tipis dan berwarna gosong dan penyok, akibat di gunakan untuk menggoreng dan memukul cocks berulang-ulang. Dilain sisi rebana Ibu Jumairah, masih kuat untuk memantulkan cocks, sebab kulitnya terbuat dari kulit Onta di arab sana.

Sementara itu, Pak Sailendra juga berhasil menang, karena gagang gitar Ariul patah, sehingga ia tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Tibalah juga pertandingan final. Pertandingan yang mempertemukan pasangan suami istri yaitu Pak Sailendra dan Bu Jumairah.

Pertandingan baru 1 menit dimulai. “Smash!”, “Hajar!” ,teriakan penonton mulai bergemuruh. Sampai-sampai ada bapak-bapak yang berteriak kata “Sikat!” dengan lantang. Sepertinya teriakan itu ditujukan untuk istrinya yang berada disisi lain lapangan. “Sikat noh pakaian kotor dirumah”, lanjutnya, sambil membanting ember yang digunakan untuk memukul cocks.

Ya, bapak-bapak itu adalah suami dari Bu Jumairah, yaitu Pak Sailendra. Seluruh penonton pun terdiam hening. Ibu Jumairah membalas, “Ngapain sikat, kan ada mesin cuci dirumahnya Ibu Evi”, “Males nyuci dirumah, persiapan tenaga buat pertandingan 17-an tau…” lanjutnya.

Pak Sailendra pun terdiam. Dia tidak dapat membalas. Rupanya istrinya selama ini menumpang menyuci pakaian dirumah tetangga yaitu Ibu evi.

Pantas saja selama seminggu ini dia tidak pernah melihat istrinya tiap pagi mencuci di halaman rumah, biasanya sebelum berangkat kerja dia selalu melihat istrinya mencuci baju dengan menggunakan ember plastik yang dia gunakan saat ini untuk bermain bulutangkis

Akhirnya pertandingan tidak jadi dilanjutkan, karena pasangan suami istri ini malah berpelukan ditengah lapangan bulutangkis. Penonton pun bersorak dan bertepuk tangan melihat suasana ini.

Note :

Miss Komunikasi bisa berakibat sensi antara suami istri