Thursday, October 06, 2011

Day 6 : Kamar Panji

"7 Hari menulis cerpen"

Judul : Kamar Panji

#Cerpen mini

Secercah cahaya berwarna kuning perlahan-lahan memasuki kamar tidur Panji melalui lubang fan diatas jendela, pertanda matahari sudah terbit 45 derajat dari arah timur. Kamarnya Panji saat itu berantakan, 5 kaleng minuman berserakan.

Sejak kemarin malam sampai jam 9 pagi ini dirinya tidak pernah keluar kamar.

Sebelumnya pada jam 8 malam, setelah pulang dari supermarket, Panji membawa Diana kedalam kamarnya. 5 kaleng coca cola dan susu panda sudah dihabiskan sembari menonton film tentang cinta.

Ya, Panji semalaman tidur didalam selimut bersama Diana, bantal yang baru dibelinya di supermarket, bersama satu keranjang berisi coca cola dan susu panda .

Wednesday, October 05, 2011

Day 5 : Cinta

"7 Hari menulis cerpen"

Judul : Cinta

~Setiap hari jantung Danang berdetak kencang. Dia selalu berpikir bagaimana caranya mengatakan suka dengan Diana.

“Cinta lokasi.. cinta lokasi.. cinta lokasi.. bisa saja terjadi”, nyanyian lagu project pop yang dilihat dari situs Youtube itu seakan mengembalikan ingatan cinta pertama Danang.

5 tahun lalu dikelas 6 SD dia pernah merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada siswi bernama Diana. “Oh diana”, ucap Danang didalam hati. Teringat olehnya rambut ikal berwarna merah, kulit putih dan hidung mancung keturunan Belanda.

Ketika merasakan jatuh cinta, setiap hari jantung Danang berdetak kencang. Dia selalu berpikir bagaimana caranya mengatakan suka dengan Diana.

Ya, bagi anak kelas 6 SD, perkataan “suka” itu bisa diibaratkan dengan pernyataan cinta. Bukan seperti salah satu lagu project pop yang berjudul “cinta lokasi”. Rasa yang dialami Danang masih -hinggap dihati (selayaknya reff lagu “burung kakak tua -hinggap dijendela..”) hingga saat ini ketika dia sudah beranjak kelas 2 SMA.

Pada saat itu, dikelas 6A, guru bahasa Indonesia yang bernama Pak Tri sedang malas-malasan mengajar. Dibiarkannya kosong ruangan kelas selama 2 jam lamanya.

Danang, Diana dan kawannya yang berjumlah 40 orang sangat senang dengan kondisi itu, mereka pun bercanda tawa dan berisik tentu saja.

Diwaktu kelas kosong tersebut, mereka mengadakan permainan bersama yang bernama “Katakan cinta”. Cara permainannya, setiap siswa dan siswi mengumpulkan kertas yang bertuliskan namanya masing-masing, lalu kertas itu dimasukkan kedalam toples, dan dikocok. Nama yang terpilih, harus menyatakan cintanya saat itu juga kepada lawan jenisnya didepan kelas. Semua anak sangat bersemangat akan ide itu. Dan, sebenarnya ide itu sendiri datangnya dari Danang, yang sekaligus berprofesi sebagai ketua kelas 6 A

Rencana permainan ini sudah disiapkan Danang sejak sebulan lalu, terinpirasi boomingnya reality show “Katakan cinta” di stasiun televisi RCTI, padahal saat itu dia masih kelas 6 SD, tapi tontonannya untuk anak SMA. Danang berencana mengocok sendiri kertas yang dikumpulkan didalam toples, lalu berpura-pura kalau namanya lah yang disebut dikertas itu. Keinginannya cuma satu, yaitu mengutarakan cintanya kepada Diana didepan kelas

Setelah siswa siswi selesai menuliskan namanya masing-masing diselembar kertas dan mengumpulkannya ke toples yang dipegang Danang. Permainannya pun dimulai. Danang berdiri didepan kelas. Dia mulai mengocok toples, lalu mengambil satu lembar kertas dengan mata tertutup. Begitu matanya terbuka, pura-pura dilihatnya lembaran kertas itu, lalu dia memberi pengumuman kepada teman-temannya “Yup, yang beruntung kali ini adalah Danang”, “Saya sendiri”, “Hohoho..”.

Sepersekian detik di ruangan kelas 6A tidak ada suara. Teman-teman Danang curiga, karena setelah menyebut namanya sendiri, kok Danang malah tertawa “Hohoho..”, semestinya Danang tertawa “Hahaha.. “.

Bagi anak SD saat itu, tertawa “Hohoho..” itu ibaratnya tokoh paman gembul dalam majalah bobo yang suka berbohong.

Tidak berapa lama, siswi-siswi cewek bersorak kearah danang “Masasi masasi masasi..”, “Masasu..”. Sengaja mengucapkan akhiran “su”, agar bisa berpose mulut manyun.

Para siswa cowok pun berusaha menandingi, mereka juga bersorak kearah Danang “Eh yang bo’ong lu! “. Sama-sama akhiran “u”, dan tidak lupa anak-anak cowok itu berpose manyun. Padahal yang semestinya mereka ucapkan adalah “Eh yang bener lu”.

Suasana kelas terus berisik, sampai akhirnya Diana maju kedepan kelas dan mengambil kertas yang dipegang Danang. Diana lalu membaca kertas itu dan langsung melirik kearah Danang dan teman-teman lainnya dikelas sembari berkata “Ihhhh.. Danang bo’ong ihh…” , “Nama yang dikertas ini adalah Panji loh teman-teman”, “Yuk, sorakin Danang yuk..”.

Semua siswa siswi lalu menyoraki Danang secara bersama-sama mirip paduan suara dalam Upacara Bendera, yang kali ini diiringi Diana sebagai dirijen nya . “Sorakin Danang…”, “wooo..”, “sekali lagi..”, “woooo….”.

Permainan “Katakan cinta” berlanjut. Panji akhirnya yang maju ke depan kelas dan menyatakan cintanya keseseorang. Sebelumnya, setelah disoraki, Danang wajahnya memerah, tertunduk malu, lalu duduk kembali ketempat duduknya.

Danang, masih saja mengingat peristiwa kelas 6 SD itu hingga sekarang.

Yang terjadi 5 tahun lalu, bukanlah Danang yang menyatakan cinta, tapi tak terduga malah Panji yang mengucapkan kata cinta ke Diana. Gayung cinta pun bersambut, Diana juga menaruh hati ke Panji. Kini Diana dan Panji sudah berpacaran 5 tahun lamanya, mereka berencana menikah setelah lulus SMA nanti.

Note :

Danang menyesal telah berbohong dan menyesal kenapa tidak menyatakan cintanya jauh-jauh hari.

Tuesday, October 04, 2011

Day 4 : Dansa

"7 Hari menulis cerpen"

Judul : Dansa

~Temanya mereka ditahun ini adalah “Dansa disko bersama Mojang-mojang Thailand”.

Carunpat, restoran berkonsep semi bar saat itu sangat ramai dan full book. Waktu menunjukkan pukul 11:00 malam dan waktu untuk makan malam pun sudah lewat. Pengunjung 85 % umumnya berasal dari warga negara Indonesia. Sebagian duduk bersama di meja makan dan puluhan deret tempat duduk yang berhadapan dengan meja bar. Selebihnya, memilih berdiri-diri di dekat panggung utama. Restoran ini terletak di lantai 7, FX Plaza, ujung akhir Jalan Sudirman Raya. Menyajikan makanan khas Asia Tenggara. Seperti tom yam dari Thailand, Nasi lauk rendang khas ala minang, serta sate rusa asal Brunei. Minumannya pun aneka rupa alkohol seperti bir, whisky, gin, vodka, white wine dan satu minuman yang paling favorit untuk menemani bergoyang dangdut bersama, apalagi kalo bukan anggur merah (Judul lagu dangdut dinyanyikan oleh Meggy Z–red)

Sabtu ini ramai, karena akan ada acara pesta dansa yang dimulai tepat pukul 12 malam. Setiap pengunjung yang datang bisa memilih pasangan dansanya yaitu model-model cantik yang langsung didatangkan dari Thailand. Wanita-wanita itu berkulit sawo matang, wajahnya cantik menawan, mirip Tata Young (Penyanyi asal Thailand –red) dan body mereka serupa dengan top model Indonesia yaitu Indah kalalo.

Pantas, banyak pria-pria pekerja kantoran hari sabtu itu mengaku sedang ada urusan penting ke pasangannya masing-masing, mereka hanya beralasan untuk bisa menghadiri pesta dansa yang diadakan setahun sekali oleh Carunpat resto & bar. Temanya mereka ditahun ini adalah “Dansa disko bersama Mojang-mojang Thailand”. Kalangan pekerja itu kebanyakan adalah pegawai kantor asuransi, salesman, pegawai bank hingga konsultan bangunan yang kantornya di sekitaran bundaran HI, mega kuningan dan SCBD .

Salah satu dari mereka bernama Dedi. Pemuda betawi asli. Sinetron favoritnya adalah si doel anak sekolahan (sinetron terkenal tahun 90an -red). Dia adalah fans beratnya Rano karno (aktor pemeran sinetron si doel –red). Datang ke Carunpat resto atas se-izin pacarnya bernama Moni. Sengaja dia memacari Moni, karena namanya mirip-mirip Maudy koesnaedi (aktris pemeran zaenab dalam sinetron si doel –red). Dedi mengaku hari ini kepada Moni akan menginap dirumah Cahyadi. Cahyadi, tukang makan, berperut buncit, rambut sisir belah tengah, merupakan gacoan (teman dekat –red) nya Dedi sejak SMA sampe sekarang mereka sama-sama bekerja di Bank Mentari. Mereka saling menjaga komitmen satu sama lain. Apabila suatu hari pacarnya Dedi bertanya “kemana kah Dedi dimalam minggu?” kepada Cahyadi, Cahyadi selalu menjawab ada dirumahnya dia, begitu juga dengan sebaliknya.

Sejak jam 10 malam, Dedi sudah berada di antara deretan bangku meja bar. Menghabiskan 2 gelas whisky dicampur pepsi. Baru dua gelas takaran double, dia sudah mabuk judi, seperti lagu dangdut rhoma irama yang bunyi reff nya “Judiiiiiii..” , lalu ada suara melodi gitar “teeet…”.

Acara dimulai tepat jam 12 malam. Lampu kedap-kedip diiringi dentuman lagu “On the floor” nya Pitbull and J-lo mulai mengiringi acara pesta dansa. Model-model cantik asal Thailand mulai berlenggak lenggok di panggung utama, sambil memamerkan pakaian seksi mereka. Para pria termasuk Dedi yang sudah sempoyongan akibat minuman alkohol, langsung bangkit dari tempat duduknya dan mengerubungi panggung utama seperti semut ingin memakan gula.

Setiap pengunjung pria berhak mengajak satu wanita, tetapi wanita Thailand itu bisa menolak dengan sesukanya kalau tidak suka dengan tawaran pria. Semua itu tergantung deal antara kedua belah pihak. Sanggup bayar berapa si pria untuk berdansa dengan si wanita.

Beruntung sekali, Dedi langsung mendapat pasangannya tanpa harus deal mengenai harga. Saat itu ia tidak dapat melihat dengan jelas seperti apa rupa sang wanita, karena saking sempoyongannya dia setelah minum whisky dan matanya pun mengalami rabun dekat, tidak dapat melihat jarak dekat.

Dedi lalu berdansa di tengah panggung utama. Dia bergaya seperti orang hutan di tiang dansa, sementara pasangannya bergaya seperti penari ular asal Banten. Betul-betul mirip atraksi hewan di kebon binatang ragunan ataupun Surabaya.

Sudah 2 jam lebih mereka berdansa tanpa henti diiringi dentuman lagu disko.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah tidak sadarkan diri, dan sekarang sudah berada di rumah Moni, pacar Dedi.

Dedi dan pasangan dansa nya saat itu tidur berpelukan di kasur yang sama.

Moni yang ingin melampiaskan amarah dan tidak sabar menunggu mereka berdua bangun, akhirnya mengambil se-ember air dari kamar mandi dan disiramkannya air itu ke muka Dedi dan pasangan dansa-nya. “Byuur..”, begitulah suara air yang mengenai muka Dedi.

Dedi dan pasangannya terbangun, terkaget-kaget dan saling menatap satu sama lain lalu mengucapkan “Aaaa uwwwoo… uwooooo…”, layaknya adegan tarzan bertemu ular di hutan rimba…

Rupanya pasangan dansa Dedi semalam tadi adalah Cahyadi, yang juga sama-sama mabuk Judi. Cahyadi saat itu duduk disisi yang berbeda dengan Dedi. Mungkin karena jodoh, dua-duanya mabuk dan malah bertemu jam 12 malam di atas panggung.

Sebelumnya di lantai dansa pada pukul 3 pagi mereka berdua pingsan, lalu pihak Carunpat mengirim mereka berdua ke rumah Moni. Pihak Carunpat dapat menghubungi Moni karena nomor telpon nya berada di calling list teratas handphone Dedi dan Cahyadi.

Note :

Para pria, jangan berdansa dengan teman pria nya ya. Kalau mau berdansa lebih baik dengan pasangannya yang wanita J

Siapkan calling list teratas adalah seseorang yang paling dekat dengan anda J

Carunpat merupakan plesetan nama salah satu tempat di FX plaza J

Monday, October 03, 2011

Day 3 : Pertandingan Bulutangkis di RT 03

Day 3 :

“7 Hari menulis cerpen”

Judul : Pertandingan Bulutangkis di RT 03

~“Smash!”, “Hajar!” ,teriakan penonton mulai bergemuruh. Sampai-sampai ada bapak-bapak yang berteriak kata “Sikat!” dengan lantang. Sepertinya teriakan itu ditujukan untuk istrinya yang berada disisi lain lapangan

Suasana 17 agustus di kelurahan gajayana RT 03 sangat ramai. Para balita, pemuda, anak kecil, ibu-ibu hingga kakek renta bersiap-siap mengikuti aneka perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia 17-an. Ada pertandingan panjat pinang, memasukkan gundu kedalam botol aqua, sampai adu ketangkasan seperti panco pun ada. Satu-satunya yang paling istimewa dan disukai oleh warga RT 03 dalam 17-an kali ini adalah bulutangkis. Dan terbukti dengan antrian pendaftaran paling panjang ada di ajang pertandingan bulutangkis.

Kenapa istimewa?, sampai 30 orang mendaftar utk pertandingan bulutangkis?. Sebab peralatan yang digunakan dalam pertandingan bulutangkis ini harus berbeda-beda antara satu peserta, dengan peserta lainnya.

Tidak hanya kaum adam yang mendaftar bulutangkis, banyak pula ibu-ibu dan janda-janda muda turut serta mewakili kaum hawa.

Dari 30-an peserta itu hanya ada 4 favorit juara. Keempat orang ini dikenal sudah mumpuni dalam dunia perbulutangkisan di RT 03 kelurahan gajayana.

Profil yang pertama adalah Ariul. Pengangguran berumur 30 tahun. Gayanya benar-benar mirip Ariel Peterpan (Vocalist Band –red) dalam bernyanyi. Kecuali, Ariul yang satu ini masih bujangan karena gak laku-laku, dan pacarnya tentu saja bukan Luna Maya. Dia sering bernyanyi membawakan lagu peterpan di perempatan jalan diiringi genjrengan gitar akustik nya yang bermerek “yammaha”. “M” nya ada dua, karena ini memang bukan gitar yamaha, tapi ini gitar buatan Taman Puring (pusat barang bekas di Jakarta –red).

Hobinya diwaktu sore adalah bermain bulutangkis. Tentu saja dengan menggunakan bagian belakang gitar untuk memukul cocks (bola dalam permainan bulutangkis –red). Soalnya kalau memakai bagian depan gitar, nanti cocks nya bisa nyangkut didalam lubang senar.

Profil yang kedua adalah Pak Tino. Penjual nasi goreng yang sering mangkal di pinggir lapangan bulu tangkis RT 03. Nasi goreng nya terkenal dengan sebutan nasi goreng bulu ayam. Karena para pembeli maupun pelanggannya seringkali menemukan adanya bulu ayam di nasi goreng yang disajikan oleh Pak Tino. Ya tentu saja, sebab Pak Tino ini sering memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain bulu tangkis menggunakan wajan penggorengan yang sekaligus ia gunakan untuk menggoreng nasi. Bulu ayam pada bagian cocks bulutangkis baik itu terbuat dari plastik maupun asli , sering tersangkut dan lengket di wajan penggorengan.

Profil yang ketiga dan keempat adalah pasangan suami istri yaitu Pak Sailendra dan Bu Jumairah. Pak Sailendra merupakan sales produk ember plastik, yang embernya itu berwarna hitam dan biasa digunakan untuk tempat menyikat sambil mencuci pakaian. Istrinya, Jumairah adalah penyanyi latar group keroncong ibu-ibu RT 03, dan biasa memegang rebana. Seperti Ariul dan Pak Tino yang menggunakan perlengkapan untuk bermain bulutangkisnya masing-masing, pasangan suami istri ini pun menggunakan ember dan rebana untuk bermain bulutangkis.

Alkisah, Pertandingan sudah mencapai babak semi final. Mempertemukan Pak Tino melawan Ibu Jumairah. Dan Ariul melawan Pak Sailendra. Bu Jumairah berhasil mengalahkan Pak Tino dengan telak, dua set tanpa balas. Ini disebabkan wajan penggorengan milik Pak Tino mulai bapuk, tidak memantul dengan sempurna. Wajannya ini mulai tipis dan berwarna gosong dan penyok, akibat di gunakan untuk menggoreng dan memukul cocks berulang-ulang. Dilain sisi rebana Ibu Jumairah, masih kuat untuk memantulkan cocks, sebab kulitnya terbuat dari kulit Onta di arab sana.

Sementara itu, Pak Sailendra juga berhasil menang, karena gagang gitar Ariul patah, sehingga ia tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Tibalah juga pertandingan final. Pertandingan yang mempertemukan pasangan suami istri yaitu Pak Sailendra dan Bu Jumairah.

Pertandingan baru 1 menit dimulai. “Smash!”, “Hajar!” ,teriakan penonton mulai bergemuruh. Sampai-sampai ada bapak-bapak yang berteriak kata “Sikat!” dengan lantang. Sepertinya teriakan itu ditujukan untuk istrinya yang berada disisi lain lapangan. “Sikat noh pakaian kotor dirumah”, lanjutnya, sambil membanting ember yang digunakan untuk memukul cocks.

Ya, bapak-bapak itu adalah suami dari Bu Jumairah, yaitu Pak Sailendra. Seluruh penonton pun terdiam hening. Ibu Jumairah membalas, “Ngapain sikat, kan ada mesin cuci dirumahnya Ibu Evi”, “Males nyuci dirumah, persiapan tenaga buat pertandingan 17-an tau…” lanjutnya.

Pak Sailendra pun terdiam. Dia tidak dapat membalas. Rupanya istrinya selama ini menumpang menyuci pakaian dirumah tetangga yaitu Ibu evi.

Pantas saja selama seminggu ini dia tidak pernah melihat istrinya tiap pagi mencuci di halaman rumah, biasanya sebelum berangkat kerja dia selalu melihat istrinya mencuci baju dengan menggunakan ember plastik yang dia gunakan saat ini untuk bermain bulutangkis

Akhirnya pertandingan tidak jadi dilanjutkan, karena pasangan suami istri ini malah berpelukan ditengah lapangan bulutangkis. Penonton pun bersorak dan bertepuk tangan melihat suasana ini.

Note :

Miss Komunikasi bisa berakibat sensi antara suami istri

Sunday, October 02, 2011

Day 2 : Anita

Day 2 :

“7 Hari menulis Cerpen”

Judul : Anita

~Sesosok mata memandang Anita dengan tajam di balik tirai jendela. Anita masih pulas tertidur dibalik selimut bergambar wajah Nicholas Saputra (aktor film AADC –red). Tatapan sesosok mata itu semakin tak terarah, mencari celah, bagaimana menerobos jendela.

Sebelum tidur tadi Anita sempat berbincang bersama mama-nya mengenai tugas belajar di sekolah. Setelah masuk SMP, Anita merasa tugas-tugasnya semakin banyak saja. Salah satu perkataan ke mama-nya adalah “Mam, mending jadi anak SD, PR nya lebih gampang dari pada SMP”, dan mama-nya hanya mengangguk kecil tanda setuju, mungkin dalam hati mama-nya menjawab “Ya iya lah masak ya iya donk, mulan aja jamilah bukan jamidong”, maklum mamanya penggemar berat band Ratu kala tahun 2000-an dulu, yaitu duet penyanyi mulan jamilah dan maia ahmad.

Pukul 9 malam, mama menyuruh Anita untuk tidur. Anita bersungut-sungut dalam hati. Rupanya dia sedang asyik-asyik nya menonton acara Opera Van Java (OVJ) di TV swasta, judul episodenya adalah “Mak Lampir nan Seksi dan Mempesona” yang diperankan Sule (pelawak –red), dkk. Anita saat itu menonton di ruang tamu di lantai 1 sembari memakan cemilan pop corn dengan lahap-lahapnya. Andai saat itu Anita berada di biokop XXI atau blitzmegaplex bekasi mall, pasti pop corn penonton disebelahnya pun turut dimakan.

Menuruti perintah mama-nya, dengan berat hati Anita pergi ke kamar nya di lantai 2 sembari membawa cemilan pop corn nya.

Sebelum kekasur Anita terlebih dahulu meletakkan pop corn nya diatas meja, didekat jendela yang tirainya terbuka. Dimatikannya lampu yang terletak di atas bantalnya saat itu juga karena malas kekamar mandi terlebih dahulu untuk menggosok gigi. Yang patut dicontoh ketika itu adalah, Anita sebelum tidur terlebih dahulu membaca doa.

Malam semakin larut. Suara jangkrik menjadi penghias suara untuk rumah-rumah mewah di komplek Bintaro Jaya Sektor III. Rumah Anita beserta keluarganya terletak dipaling ujung jalan pepaya. Belakangnya rumah anita adalah areal tanah tak berpenghuni manusia. Jendela dikamar Anita persis menghadap kesana. Area tanah itu hanya diisi pohon mangga, pohon pisang dan pohon jambu seperti reff salah satu lagu, yaitu “pepaya, mangga, pisang, jambu di beli dipasar minggu” oleh Chica Koeswoyo (penyanyi jaman baheula –red)

“Tok, tok, tok”. Terdengar bunyi ketukan sayup-sayup dari kaca jendela. Sesosok mata memandang anita dengan tajam di balik tirai jendela. Anita masih pulas tertidur dibalik selimut bergambar Nicholas Saputra (aktor film AADC –red). Tatapan sesosok mata itu semakin tak terarah, mencari celah, untuk menerobos jendela.

“Tok tok tok tok, crack…”. Bunyi terakhir menandakan jendela mulai retak, untung saja bukan berbunyi “tok-tok, wow” seperti acaranya Uya kuya (presenter –red) di TV 7 jaman dahulu kala, yang ceritanya tentang Uya kuya membangunkan artis-artis yang sedang tertidur pulas di pagi hari.

Mendengar suara itu, Anita mulai terjaga dari tidurnya. Selimut yang menutup mukanya, di tepis perlahan-lahan. Matanya masih setengah sadar, sembari mencari tau darimana bunyi itu berasal, meski kamarnya saat itu redup karena dimatikannya lampu.

“Trang..”, layaknya suara piring jatuh dilantai, kaca jendela kali ini telah pecah berkeping-keping. Anita terjaga dengan sadarnya, dan sadar kalau jendela kamarnya telah pecah. Ketakutan dan penasaran, membuat dirinya kembali menutup muka dengan selimut yang bergambar wajah Nicholas saputra itu dan tak mampu berkata-kata.

Sesosok mata tadi itu dengan bayangan hitamnya, mulai masuk ke dalam kamar Anita melalui jendela, terlihat berdiri di atas meja dekat jendela, lalu mulai mengeluarkan suara aneh “RRR.. rrr.. krowaaak..”. “ Kok seperti suara nenek sihir yang diperankan Sule tadi di acara OVJ ya?”, tegas Anita dalam hati.

Terbayang dengan acara OVJ yang lucu, Anita pun memberanikan diri menyalakan lampu yang berada diatas posisi kepalanya dan melihat siapa kah bayangan didepan jendela itu.

Tatapan Anita yang sebelumnya penasaran seketika berubah menjadi unyu (lucu –red), dan mulai menyapa dengan berkata “hey kamu..”.

Rupanya itu sesosok burung hantu yang sedang memakan pop corn diatas meja dekat jendela, sisa cemilannya Anita setelah menonton TV tadi.

Note :

Burung hantu jarang ada di Bintaro, tatapan matanya tajam, paruhnya bisa memecahkan jendela, tapi kok malah makannya pop corn. Ah, ada-ada saja.. J

Saturday, October 01, 2011

Day 1 : Tawuran

Day 1 :

“7 Hari menulis cerpen”

Judul : Tawuran

~Diambilnya sebongkah batu dipinggir jalan. Dilemparkannya sekuat tenaga kedepan agar batu itu melayang di udara sejauh-jauhnya. Tetapi, tenaga Joni kurang kuat untuk melempar batu berukuran 2 kali ukuran bola tenis itu.

Abdul dan joni mewakili siswa kelas 1-1, dari SMA Jaya yang sejak tahun 1988 terkenal urakan dan bernyali dalam urusan tawuran. Mereka berada di garis depan bersama belasan siswa kelas 1 lainnya yang masing-masing sudah dipersenjatakan aneka rupa benda berupa batu, sepatu sampai gear sepeda. Puluhan siswa kelas 2 dan kelas 3 SMA Jaya malah berada dibelakang siswa-siswa kelas 1 ini. Ya, ini merupakan tradisi siswa SMA Jaya, yang meng”ospek” junior mereka agar menjadi garda terdepan dalam setiap tawuran. Kegiatan tawuran diadakan setiap 1 bulan sekali, dengan mengunjungi SMA-SMA yang berbeda.

Sementara lawannya di ujung utara, yang kali ini mendapat kunjungan adalah SMA Budi Prasetya. Salah satu SMA bonafid, karena siswa siswinya peduli dengan lingkungan dan letaknya di Kebayoran Lama. Beberapa siswa SMA Budi prasetya ditambah junior mereka di SMP yang sama sudah bergerak maju sambil membawa bambu tumpul yang panjangnya bisa mencapai 3 m, disertai potongan batang pohon yang mereka ambil di pinggir jalan untuk bersiap-siap menghadapi serangan SMA Jaya. Tema tawuran SMA Budi prasetya adalah go green, yaitu tawuran dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di pohon dan bisa di tanam lagi.

Selayaknya kegiatan pameran atau bazaar, tentu saja setiap bulan kalau SMA Jaya mengadakan tawuran, event nya selalu ramai dikunjungi para peserta pameran, yaitu kedua pihak SMA yang berkelahi dan para pengunjungnya, yaitu warga disekitar lokasi tawuran.

Suasana beberapa saat sebelum tawuran dimulai..

Lalu lintas berhenti sejenak dari masing-masing arah untuk sementara. Para warga, bapak-bapak, ibu-ibu beserta anak-anak balita wilayah kecamatan kebayoran lama, sudah bersiap-siap untuk menyaksikan arena gladiator jalanan. Diantara mereka datang sambil menggelar tikar. Ada yang mengunyah kuaci, bahkan ada yang menunggu tawuran sambil menelan kacang garuda, tentu saja tidak bersama kulitnya. Mereka ini mau datang untuk melihat tontonan life 3 dimensi didepan mata.

Umpatan dan kata kotor yang tercetus dari kedua belah pihak mulai berlangsung. Kata-kata kotor selalu dimulai dengan kata “woy”, seperti

“Woy anak mana lo?, mandi donk, kotor banget sih lo!”

“Woy asyik woy”

“Woy mana abang lo?”

Kalimat-kalimat itu sudah terdengar bersahut-sahutan. Jarak mereka kini hanya terpisah sejauh 20 m.

Joni yang bertinggi 140 cm, berbadan kurus tirus, ingin tampil bak pahlawan, dia merasa inilah saatnya yang paling tepat untuk menunjukkan nyalinya didepan teman-teman yang lain. Selama ini dia terkenal dengan julukan joni si kecil dan cupu. Dia juga merasa berani karena didepannya ada Abdul, pentolan (bos -red), dan merupakan teman yang paling ditakuti dikelas 1 tapi diidolakan oleh siswi-siswi dikelasnya, mungkin dikarenakan tampangnya Abdul yang mirip dengan pemeran sinetron ali topan anak jalanan (sinetron di TV swasta -red).

Kini tinggal menunggu pluit berbunyi. Jonilah yang memulai pluit tanda dimulainya tawuran, apalagi kalau bukan dengan sebuah timpukan batu dari salah satu pihak. Diambilnya sebongkah batu dipinggir jalan. Dilemparkannya sekuat tenaga kedepan agar batu itu melayang di udara sejauh-jauhnya. Tetapi, tenaga Joni kurang kuat untuk melempar batu berukuran 2 kali ukuran bola tenis itu. Celakanya lagi, batu itu malah mengenai Abdul, tepat dibagian tengah punggungnya. “Jedug”, begitulah kira-kira bunyi peristiwa tumbukannya. Abdul berteriak “aduh”, lalu langsung menoleh kebelakang. Dilihatnya Joni yang pura-pura bersiul-siul, perlahan-lahan menutup muka dengan kedua tangannya sambil berlari mundur perlahan-lahan. Abdul menyadari timpukan batu itu berasal dari Joni, dan tanpa basa-basi, langsung segera dikejarnya Joni. 2 siswa itu beradegan layaknya tom & jerry, saling berlari kearah belakang melewati kerumunan teman-temannya dan siswa senior SMA Jaya. Para siswa terpana seketika, Garda depan SMA Jaya yang tadinya berbaris rapi dan diisi siswa kelas 1 itu pun bimbang, dan akhirnya mereka semua malah mundur dan para senior SMA Jaya pun turut kocar kacir, lari tunggang langgan meninggalkan lokasi hanya karena peristiwa Abdul dan Joni.

Di lain sisi siswa SMA dan SMP Budi Prasetya malah tak tahu harus berbuat apa, dan tak menyangka kemenangan mudah datang begitu saja tanpa usaha. Beruntung mereka punya konsep go green, sehingga, bambu dan pohon yang telah mereka tebang, kini mereka tanam lagi.

Yang lebih kecewa lagi adalah para warga, maksud hati melihat langsung siaran 3 dimensi, malah hanya duduk dan menghabiskan kuaci

Note :

Tawuran adalah tradisi dan sensasi yang merugikan diri sendiri, dan warga yang bermaksud menonton 3 dimensi J.

Friday, September 30, 2011

#G30HM : Gerakan 30 Hari Menulis


30 Hari menulis akan dilakukan terhitung mulai tanggal 1 october sampai dengan 30 october 2011. Idenya simple and fun. But i believe pada proses pelaksanaannya tentu lebih fun lagi.

Menulis merupakan kegiatan kita sehari-hari. Menulis pun bukan hanya dilakukan dengan media pulpen diatas kertas, tapi juga bisa dilakukan digital, seperti dengan handphone dan laptop. Bahkan suara kita pun bisa di convert menjadi tulisan di jaman modern ini. Tidak semua orang menganggap yang mereka lakukan adalah menulis.

Media untuk menulis, baik itu buku, kertas, ataupun social media (facebook, twitter, blog) merupakan alat. Alat ini bisa menjadi jahat, jika digunakan oleh orang yang mempunyai keinginan negatif. Begitu juga sebaliknya. Selayaknya pisau, jika digunakan oleh maling, tentu pisau akan digunakan untuk menodong maupun mencuri. Tetapi jika digunakan chef, dia akan gunakan untuk memotong sayuran, lalu menciptakan makanan yang estetis dan enak di rasa.
Dan kita sebagai manusia sudah selayaknya lah menggunakan alat ini dengan sebaik-baiknya. Menulis untuk menyebarkan cerita positive, menulis untuk berbagi cerita bersama keluarga maupun teman-teman, memberi komentar dengan bahasa yang sopan dan terpuji serta membagi inspirasi kita kepada sesama.
Bukan seperti yang kita lihat akhir-akhir ini. Social Media untuk menulis digunakan untuk curhat masalah pribadi yang semestinya urusan pribadi, mengumpat kata2 kotor di twitter, mengupload foto2 porno di facebook, sampai kepada ajakan berbuat mungkar dan ajakan negatif lainnya.

Sudah selayaknya manusia diciptakan didunia, untuk bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Oleh karenanya, di kegiatan 30 hari menulis (G30HM) ini, marilah kita sebarkan virus menulis positive di social media, minimal bagi diri kita sendiri... :)

Monday, September 26, 2011

Pagi buta

Pagi-pagi buta seorang nenek berjalan kaki mencari telaga. Pagi-pagi buta itupun ia bercerita sepanjang perjalanannya dari desa.
Kepada sang pohon beringin tua yang usianya sudah ratusan tahun, nenek bertanya.. "pohon tua, kenapa kamu selalu setia berdiri disana?, usiamu sudah lebih tua dari saya.. kenapa? kenapa?".. nenek itu berlalu sembari berjalan kaki
Lalu pembicaraan kedua, kali ini sang nenek berbicara kepada seekor anak ayam yang berlari-lari kecil dibelakang ibunya. "anak ayam, ayo mulai latian bermain-main sendiri, jangan ikut ibumu saja"...

-Sepenggal kisah nenek di pagi buta

Saturday, September 24, 2011

30 days of ramadhan (satu hari satu foto selama bulan ramadhan)

Bulan ramadhan 1432 H telah terlewati. Masih ingat dengan jelas di memori otak, sejak tanggal 1 agustus sampai dengan 30 agustus 2011. Setiap hari, minimal anankto mengambil satu jepretan foto setiap harinya. Inspirasi ini sebenernya berkat event facebook (https://www.facebook.com/event.php?eid=214352121949467) yang dibuat oleh teman kuliah itb saya yang bernama Rizki Ersa.

Dari sekian banyak peserta yang mengikuti event ini, hanya ada beberapa orang yang berhasil foto setiap hari di bulan ramadhan. Dan salah satunya siapa lagi kalau bukan anankto, hohoho... Tidak perlu khawatir dengan kualitas foto deh, toh ini bukan perlombaan, dan sang creator yaitu Ersa pun hanya mengatakan klo event ini untuk have fun dan ajang berbagi pengalaman selama dibulan ramadhan.

Kala itu, anankto pun berhasil berfoto ria setiap hari nya. Topik dari minggu 1 sampai 4 pun berbeda-beda. Bisa dilihat di facebook ( https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150723551280212.710921.733890211 )

" Minggu 1 : day 1 sampai 7 adalah view perjalanan anankto dari kantor menuju tempat tinggalnya..

Minggu 2 : day 8 sampai 14 adalah kuliner selama ramadhan

Minggu 3 : day 15 sampai 21 adalah tempat-tempat ngabuburit dan nongkrong anankto

Minggu 4 : day 22 sampai 28 adalah tempat seru di alkhobar. "

Event ini berhasil mengajari anankto untuk konsisten. Konsisten untuk dirinya sendiri, konsisten mengerjakan hal yang sederhana, yaitu cukup satu foto satu hari, baik itu menggunakan media handphone BB maupun camera digital.

Memang tujuan anankto saat itu hanyalah foto2 dan sharing kepada teman2 lainnya, meski cuma melalui dunia maya. Melihat pengalaman dari peserta lainnya yang tidak konsisten, saya melihat tujuannya yang berbeda. Tujuan mereka adalah menunjukkan ego pribadi, baik itu kualitas foto yang musti bagus luar biasa, sampai kepada topik foto yang harus edan dan mempesona. Bahkan rasa malas pun bisa dipersalahkan, hehehe. Itulah yang menghambat mereka untuk berkreasi, dan sekaligus lupa kalau niat awal event nya Ersa ini hanyalah untuk bergembira dan sharing pengalaman mereka dibulan puasa 1432 H.

Note :
In the end, anankto ingin menampilkan foto favoritnya yaitu foto day 12. Foto ini mengingatkan kita, sejauh mana kita menjelajah hingga keujung dunia, pasti didalam hati, kita tetap rindu akan kampung halaman sendiri. Dan begitu juga dengan saya, meski berada di saudi arabia, tetap saja masih mencari makanan indonesia.

Tag di Facebook..
" Day 12 : Resto Puncak. Satu-satunya resto yang menyediakan makanan asli indonesia di kota alkhobar, Arab Saudi. Buka dari magrib sampai jam 2 pagi di bulan ramadhan. Menu layaknya kantin, ada perkedel, gulai daging dan kentang, sampai sate kambing dan sate ayam. Disebelahnya ada toko kelontong, namanya toko pulau jawa. Jual segala macam indomie, rokok sampoerna, sampai tempe pun ada. "