Wednesday, December 07, 2011

Day 7 : Social media versus books

Percakapan terjadi antara ke empat social media paling populer saat ini :

Youtube, “Listen guys, about 48 hours of video uploaded per minute by people to me, hohoho”

Twitter : “Oh yeah, do you know that 200 million tweets posted every day by people around the world?”

Facebook : “Damn, both of you was awesome, I only have 90 pieces of content per month”

Wordpress : “Hmm, I don’t know about what people post to their blog, there were so many competition like blogger and tumblr, is that count also?”

And then suddenly, Books were coming. They interrupt the conversation by asking question:

“Do you know how many movie, words and content in social media that were uploaded by people were edited before it was published?", "For us, before we publish our writing, editor team will filter our content, which one is good or which one is bad".

Youtube, twitter, facebook, wordpress just stare each other, and then they say together

“Hmm that’s what we didn’t do, let’s start counting how many bad words , f*** words , sex movie, porn content , maybe it was more than 75%”

Note : let’s start to edit what we’re going to do in social media

Day 6 : Keep moving on

Conversation between earth and sun.

Sun : "Hi earth, have you ever complain about what people did with your water, land and air?".

Earth : "No, I was busy to keep on rotation and maintain gravity".

Monday, December 05, 2011

Day 5 : "Balasan"

Day 5 “7 hari menulis dongeng”

Balasan

Dua orang saudagar kaya. Bernama Andri dan Joni. Mereka berdua ini tinggal di sebuah kerajaan. Total kekayaan mereka kalau di hitung dapat menghidupi penduduk untuk 50 tahun lamanya di kerjaan tersebut. Bahkan sang raja pun kalah jumlah hartanya jika dibandingkan Andri dan Joni.

Andri dan Joni, dalam jumlah harta bisa dikatakan sama. Tapi mereka sebenarnya berbeda sifat. Andri sebagai pedagang. Dan Joni sebagai pemilik tambang emas.

Andri berdagang apa saja, mulai dari pakaian, makanan hingga obat-obatan. Dia selalu berprinsip hartanya adalah titipan Tuhan, dan harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Dia selalu jujur dalam setiap berjualan, jika ada barang yang sudah tidak bagus dia kan memberitahu pembelinya, dan menjual harganya dengan lebih murah. Baginya harta merupakan bonus dari setiap kegiatan dagang yang dilakukannya dengan jujur. Sifatnya inilah yang membuat banyak pembeli berdatangan kepadanya. Meskipun keuntungan yang diperoleh kecil dari setiap barang dagangannya, tetapi andri mempunyai banyak dagangan, yang setiap keuntungan kecil itu jika dijumlahkan semuanya mampu menandingi kekayaan Joni.

Joni sebagai pemilik tambang emas, juga berdagang produk produk emas. Dalam menjual dagangannya, joni berprinsip segala hartanya merupakan hasil kerja pintarnya. Saking terlalu pintarnya mengenai emas, membuat Joni tahu tips tips membuat emas sehingga membuatnya lupa diri dan akibatnya timbul sifat licik, Joni sering mencampur emas dengan bahan logam lainnya. Lalu dijual dengan harga yang tinggi dan mengatakan kalau itu adalah emas murni. Karena joni satu-satunya pemilik tambang emas, semua pembeli mau tak mau harus membeli emas kepada joni. Baik sebagai pembeli maupun penjual emas.

Sampai suatu ketika mereka berdua sakit keras dan meninggal dunia.

Di dalam kubur, andri dan joni ditanya oleh malaikat “Harta apa yang kau hasilkan didunia?”.

Andri menjawab kejujuran.

Sedangkan joni menjawab emas dan kepintaran.

Malaikat bertanya lagi “Apakah ada gunanya ketika kau mati?”.

Andri menjawab “Iya, aku mengumpulkan kejujuran sebagai hartaku di akhirat”.

Joni menjawab “tidak ada”.

Pada saat itu, Joni tidak bisa berbohong. Seluruh bagian tubuhnya, mulai mulut hingga kaki mengatakan sejujur-jujurnya. Memang dia pintar, tapi kepintarannya digunakan untuk menipu orang lain. Dan harta emas nya pun tidak bisa iya bawa ke alam akhirat.

Surah ke-99

Az-Zalzalah (Keguncangan)

(7-8) : Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Sunday, December 04, 2011

Day 4 : Kuda dan Sapi

Day 4 “7 Hari Menulis Dongeng”

Kuda dan sapi

Alkisah kuda dan sapi berteman sejak mereka bayi. Mereka hidup berdampingan disebuah kandang yang luas. Ketika kecil mereka sering melakukan kegiatan bersama-sama, mulai maen petak umpat, kelereng hingga main catur.

Namun ketika remaja mereka mulai melakukan kegiatan yang berbeda.

Sapi mulai hobi makan sebanyak-banyaknya sambil berleha-leha, sementara kuda hanya makan seadanya tapi setelahnya ingin berlari sekencang-kencangnya.

Ketika waktu luang, sapi hanya menggunakan waktunya untuk menghayal dan nonton tivi. Sedangkan kuda selalu berpikir untuk menyibukkan dirinya sendiri dengan kegiatan-kegiatan fisik, seperti loncat setinggi-tingginya

Kuda sudah berulang kali mengajak sapi untuk ikut berlari dan bermain bersamanya, tapi sapi selalu menolak dengan berkata “aku ingin menikmati masa muda”.

Sampai suatu ketika datanglah segerombolan serigala yang ingin memangsa mereka. Kuda dan sapi mengetahui kedatangan mereka. Kuda dan sapi awalnya sama-sama berlari sekencang-kencangnya, tapi sapi terlalu lambat larinya karena tidak terbiasa berlari. Sementara kuda berlari sangat jauh menjauhi sapi dan serigala-serigala tersebut. Akhirnya sapi tertangkap, sedangkan kuda berhasil menghindar.

Sapi hanya bisa bersedih ketika segerombolan serigala menangkapnya. Dia menyesal tidak memanfaatkan waktu untuk berlatih berlari bersama kuda. Tapi penyesalan itu percuma saja saat ini.

Pelajaran : Gunakan masa muda sebelum masa tua mu dan gunakan waktu luang sebelum waktu sempitmu.

Note : gambar diambil dari situs liagallery.com

Saturday, December 03, 2011

Day 3 : "Dua anak kelinci"

Day 3 “7 hari menulis dongeng”

2 Anak Kelinci

Ibu kelinci punya 2 anak gadis yang lucu-lucu. Satu bernama pinkan, dan satu lagi bernama mambo. Sejak kecil mereka di didik sama rata. Mulai dari pelajaran social hingga pelajaran berhitung.

Suatu hari ibu kelinci mempunyai uang yang sangat banyak. Ibu membagi sebagian kecil dari uang itu kepada kedua anaknya. Pesan ibu kelinci “gunakan uang dengan sebaik-baiknya”.

Pinkan dan Mambo awalnya bingung maksud pesan ibu. Pinkan berpikir uang itu sebaiknya digunakan untuk kegiatan sosial, karena teringat dengan kata kebaikan. Sebaliknya bagi mambo, uang itu digunakan untuk dirinya sendiri, karena dia teringat akan kata jadilah yang terbaik.

Pinkan memberikan sebagian uang itu untuk yayasan panti social, sisanya iya gunakan untuk membeli buku pelajaran. Sedangkan mambo membeli baju yang paling mahal ditoko baju, karena dia ingin baju yang terbaik untuk dirinya sendiri, dan tentunya baju yang paling mahal yang paling baik.

Beberapa hari kemudian, ibu menanyakan perihal uang itu digunakan untuk apa. Pinkan dan Mambo menjawab sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Ibu bertanya lagi, “Jadi mana yang bagus diantara keduanya?”.

Keduanya geleng-geleng kepala. Ibu pun berujar, “keduanya sama-sama baik”. “Tapi pinkan mempunyai nilai lebih. Dia berbuat baik tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk orang lain, dengan menyumbang sebagian uangnya untuk yayasan social. Sedangkan kamu mambo, kamu berbuat baik tapi hanya untuk diri sendiri.”

Mambo mengangguk-ngangguk tanda setuju, dan pinkan pun hanya tersenyum

Note : gambar kelinci diambil dari situs adnanpengumpulhikmah.blogspot.com

Friday, December 02, 2011

Day 2 : Penghenti Waktu


Day 2 “7 Hari menulis dongeng”

Penghenti waktu

Suatu hari aku mengunjungi rumah sakit bersalin di Jakarta. Ada proses melahirkan disalah satu ruangan operasi. Di ruangan tersebut, sudah ada 1 dokter disertai dua orang suster. Mereka tidak henti-hentinya menyemangati seorang ibu. Sampai akhirnya bayi perempuan pun muncul, jeritan suaranya tangisnya membahana hingga di lorong ruangan. Dokter memanggil namaku, sang nenek dan sang suami dari ibu tersebut. Dokter menyuruhku menghentikan waktu. -Ibu tersenyum, bayi menangis. Setelah itu aku pun pergi mengunjungi tempat lainnya.

Bayi perempuan itu kini telah beranjak dewasa. Di usianya yang sudah 20 tahun, dia sering kali bergaul dengan teman-teman sebayanya sesama anak kuliahan di kota denpasar. Ia mengontrak sebuah rumah yang dibiayai oleh ibu dan ayahnya. Sebelumnya, ibu sudah seringkali menasehati dan memperingati anaknya agar hidup sederhana saja selama di kota denpasar. Tapi perkataan itu tidak dipedulikan anaknya. Setiap bulan selalu saja ia meminta uang lebih kepada ibunya, uang itu ia pakai untuk pergi ke diskotik dan berbelanja pakaian-pakaian pesta yang mahal harganya.

Kali ini aku datang lagi atas undangan mereka. Undangannya berbeda tempat tapi dalam waktu yang sama. Di denpasar aku ditugasi menghentikan waktu di diskotik, tempat dimana anak perempuan itu sedang tertawa lepas bersama kawan-kawannya. Di tempat lain, aku ditugasi menghentikan waktu ibu anak perempuan itu dirumahnya. -ekspresi kecemasan, ketika ibu itu mencoba menelpon anaknya ditengah malam tapi tidak diangkat-angkat. Ibu itu hanya ingin mengabarkan kalau dia dan suaminya ingin mengunjungi rumah nenek yang berada di Bogor malam itu juga, karena neneknya sedang sakit keras. Anak perempuan itu tidak mau menjawab karena dia tau yang menelpon adalah ibunya. Kali ini dia memanggilku lagi, “mari kesini”, ujarnya. -menenggak sebotol bir dan tertawa-tawa dengan temannya.

Keesokan harinya. aku mendapat panggilan lagi dari anak perempuan itu. Kali ini suara tangisannya membahana seisi rumah, aku masih ingat, ekspresi tangisnya sama seperti ketika ia lahir didunia. Melihat kedatanganku, dia marah sekali dan sambil berteriak histeris melihat hasil dari proses penghentian waktu yang aku lakukan sejak ia bayi hingga malam tadi.

Akupun berujar, “aku adalah kamera, pekerjaanku hanya menghentikan waktu. Aku tidak bisa menjelaskan apa yang akan terjadinya setelahnya”

Ibu dan ayahnya meninggal karena kecelakaan lalu lintas, ketika mengemudikan mobil di malam hari. Sementara itu neneknya telah meninggal dunia pagi harinya karena sakit keras.

Note : Manfaatkan waktu, saat itu juga, you will never now, what will happen next

Thursday, December 01, 2011

Day 1 : Macan Bandung

Day 1: “7 hari menulis dongeng”

Macan Bandung

- ----- Panglima Dungdang tertegun untuk sementara, ini pertanda dia harus kembali pulang ke Kerajaan Candrabi atau memutuskan perang dengan para binatang buas ini ---

Dahulu kala jaman sebelum mahesi di pulau jawa,

Jawa barat saat itu terisolasi dari lingkungan luar, sebagian besar lahannya merupakan tanah hutan belantara dengan pohon-pohon tinggi besar berdiamater 1-2 meter. Hanya ada beberapa desa disana. Para penghuninya merupakan binatang-binatang. Binatang buas seperti macan dan ular sanca berbaur bersama-sama. Di salah satu desa, hiduplah seorang anak perempuan kepala desa yang bernama Syiban, bermuka kucing tapi berbadan macan. Dia adalah anak tunggal dari pasangan suami istri penanam ubi. Ayahnya adalah macan asli dan ibunya adalah kucing hutan blasteran, mereka sekeluarga adalah vegetarian.

Kerajaan Candrabi yang kala itu berkuasa di wilayah Jawa timur merupakan Kerajaan yang seluruh rakyatnya adalah manusia . Raja Candrabi terobsesi untuk menguasai seluruh pulau jawa, setelah sebelumnya mereka berhasil menduduki wilayah Jawa tengah yang dikuasai oleh Kerajaan Majalaya dengan damai. Setelah Jawa tengah diduduki, Raja mengutus salah satu panglima nya yang bernama Dungdang untuk melanjutkan perjalanan menuju wilayah barat. Panglima Dungdang ini berperawakan tinggi, berwajah rupawan. Raja sengaja memilihnya karena Dungdang masih bujangan dan bisa berjalan-jalan tanpa khawatir akan anak dan istri dirumah. Tidak seperti panglima-panglima Raja lainnya yang sudah tua dan berkeluarga.

Kali ini Panglima Dungdang hanya membawa seratus satu pasukannya berjalan kaki menuju barat sebagai tim ekpedisi. Kadangkala mereka berlari-lari dan menggelinding apabila telah melewati bukit ataupun gunung yang tinggi. Ini dikarenakan jalannya menurun, jadi sekalian saja mereka berlari, malah sebagian pasukannya yang masa mudanya tidak bahagia, menggelindingkan diri sendiri di areal penurunan ini, sembari bertawa-tawa cekikikan layaknya anak kecil.

Alkisah Panglima Dungdang dengan langkah kakinya yang paling cepat berada di posisi paling depan, dan diikuti seluruh pasukan dibelakangnya telah sampai di salah satu pinggiran desa di Jawa barat. Dia terkaget-kaget, terheran-heran dan bercampur takut ketika didepannya bertemu dengan macan yang sedang menanam ubi. Macan itu pun kaget melihat kedatangan manusia di desa nya. Segera macan itu mengaum “Auuuuum”, sebagai tanda untuk memanggil teman-temannya. Sementara itu Panglima Dungdang mempersiapkan senjata andalannya yaitu pedang halilintar yang ia peroleh ketika bersemedi ditengah-tengah hujan deras di gunung bromo.

Auman macan itu membuat Syiban yang tak jauh dari lokasi menanam ubi segera datang. Rupanya macan itu adalah ayahanda dari Syiban. Syiban berbisik kepada ayahnya “ini pertama kalinya aku melihat manusia, ternyata elok benar rupanya”. Lalu dalam hitungan menit, puluhan macan, ular sanca dan binatang lainnya berdatangan. Mereka mengitari seluruh pasukan Panglima Dungdang dari segala penjuru. Seluruh pasukan mulai ketakutan, karena yang di hadapinya bukanlah manusia. Tapi para binatang buas.

Panglima Dungdang yang mulai was-was lalu berkata “Wahai macan dan teman-temannya, kami dari Kerajaan Candrabi ingin mengambil alih wilayah Jawa barat dengan damai”

Ayahanda Syiban yang seakan-akan tahu rencana itu lalu menjawab, “Disini bukan tempat untuk manusia, tidak selayaknya dipimpin manusia”.

Panglima Dungdang tertegun untuk sementara, ini pertanda dia harus kembali pulang ke Kerajaan Candrabi atau memutuskan perang dengan para binatang buas ini. Lalu Dungdang mengajukan negosiasi dengan berkata, “bagaimana jika kita bangun Jawa barat bersama-sama”. Pasukan panglima Dungdang terheran-heran mendengar perkataan panglimanya sendiri. Panglima Dungdang rupanya sadar kalau kondisi peperangan berat sebelah, dan pasukannya sudah diserbu dari segala arah oleh binatang buas, dan pantang baginya kembali pulang ke Kerajaan Candrabi tanpa hasil.

“Oke, tapi ada syaratnya” ujar Ayah Syiban. “Kamu harus menikahi putriku yang saat ini berada disebelahku”, lanjutnya. Panglima Dungdang pun terperanjat. Dalam hati Ayahanda Syiban ingin anaknya menikah dengan manusia agar cucunya nanti bisa rupawan dan cantik. Syiban pun sebelumnya sudah membisikkan kata-kata ke ayahnya kalau dia menyukai manusia.

Tanpa banyak pilihan, Panglima Dungdang menyetujui penawaran itu, dan menyuruh sebagian pasukannya ikut serta tinggal di Jawa barat. Tidak lupa dia menyuruh sebagian pasukan lainnya untuk mengabarkan ke Raja Candrabi agar tidak berusaha mengambil alih Jawa barat lagi.

Syiban dan Dungdang akhirnya menikah dan membentuk berkeluarga. Dundang yang sebelumnya takut akan macan pun mulai mencintai Syiban. Anak pertama mereka adalah perempuan, dan benar-benar mirip seperti manusia. Ketika dewasa, anak perempuan mereka itu wajahnya sangat cantik, mirip dengan ayahnya yang rupawan dan body nya aduhai seperti ibu nya yang peranakan kucing dan macan.

Desa itu lalu diberi nama dengan desa Bandung, yang merupakan singkatan dari nama Syiban dan Dungdang. Hidup mereka aman dan sejahtera tanpa ada yang berani mengganggu, ini dikarenakan pasukannya Panglima Dundang juga telah membentuk keluarga dengan para binatang didesa itu dan membentuk pasukan binatang jadi-jadian untuk melindungi desa Bandung dari segala ancaman luar.

Note :

Banyak wanita di kota bandung di juluki dengan macan bandung, karena memang mereka asli keturunan macan, hihihihi…, *mojang bandung kali itu mah yee

Wednesday, November 30, 2011

#G30HM in December!

3 Challenges in November'11

It was fun, and it was challenging experience. During November 2011, I was joining 3 types of 30 days challenge.

1. 30 days writing novel. Held by #NaNoWriMo (National Novel Writing Month), www.nanowrimo.org
2. 30 days drawing. Create by fitri mumun from her blog http://olabolavoila.tumblr.com/post/12192927614/30-days-of-drawing-daily-theme
3. 30 days of fitness. Create by myself

Previously i wasn't sure i will pass all of these 30 days challenge. As you know, my job in oil and gas company was spending 12 hours of my total day. I wasn't complain in this november, i already know that it will be hard to keep doing all of this activity together in the same time, but i said to myself "at least i should try!".

I want to add good habit in my life, I want to inspire others to do something good with any reason that they have. For some people, they will say "not" in the beginning. It doesn't mean that they can't do it, it is because they just don't want to do it. The poorest things is that they never try to do it at all.

For me, i'll keep challenging my self, Especially challenge with the purpose to add good habit and subtracts bad habit

In the end of november, all i can say is.. "It was hard and challenging life, but you know what?, it was fun", I will keep doing this 30 days challenge, it doesn't matter the result, as long i was having fun with it, wuhuu...

Note : I finished with 100% score for my 2nd challenge, which is 30 days drawing. Meanwhile i got score 50% for 3rd challenge, and 10% of 1st challenge. Here is the link in facebook for my 30 days drawing https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150891054905212.750882.733890211&type=3&saved